Akan tetapi, Kulon Progo belum bisa memastikan operasional SR bisa berjalan tahun ini.
Kepala Dinas Sosial PPPA Kulon Progo Bowo Pristianto menyampaikan, pihaknya belum bisa memastikan mulai beroperasinya SR.
Akan tetapi, untuk jenjang SR sekolah menengah akhir bisa dipastikan beroperasi tahun ini. Lantaran, infrastrukturnya telah disiapkan Pemprov DIY.
"Tugas pemkab menyiapkan untuk jenjang SD dan SMP," ucap Bowo, Minggu (4/5).
Bowo menjelaskan, sesuai instruksi presiden Pemkab diminta mendukung penyiapan sekolah rakyat.
Dukungan penyelenggaraan SR berupa penyediaan lahan atau bangunan. Akan tetapi, teknis pelaksanaan secara detail belum diketahui pihaknya.
Persiapan saat ini baru mencapai survey lahan calon dibangunnya SR. Dibutuhkan lahan cukup luas untuk membangun SR.
Lantaran, SR memiliki konsep boarding school. Sekolah tak hanya menampung siswa untuk belajar, tetapi juga menyediakan asrama.
"Bukan hanya akademik, tetapi life skill, sehingga butuh asrama," ucapnya.
Lima lahan hasil survey, segera dilaporkan untuk dikaji mengenai kesesuaian lokasi dan bangunan.
Kelima lokasi itu, diantaranya Kalurahan Tanjungharjo, Kalurahan Pengasih, Kalurahan Triharjo, Kalurahan Bojong, dan Kulur.
Beberapa lokasi yang di survey merupakan lahan yang telah terhitung dalam aset Pemkab Kulon Progo.
Lantaran, Dinsos melakukan konsultasi dengan BKAD Kulon Progo dalam menentukan lokasi.
Beberapa lokasi juga memiliki bangunan diatasnya. Akan tetapi, kondisi bangunan memgalami kerusakan cukup parah.
Akibatnya, bangunan tak bisa digunakan sebagai sekolah rakyat. Pilihan utama, pihaknya mengusulkan pembangunan sekolah rakyat yang representatif.
"Kami belum bisa menargetkan, tetapi segera akan dibangun mungkin 2026 bisa beroperasi," ungkapnya.
Bowo menjelaskan, konsep sekolah rakyat merupakan upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan dari akarnya.
Lantaran, fenomena sosial menunjukkan kemiskinan berpotensi diwariskan ke generasi selanjutnya.
Sehingga, dibutuhkan pendidikan yang melekat. Dalam hal ini sekolah rakyat menjadi pilihan utama. (gas)
Editor : Bahana.