Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penerbangan di YIA Terancam gegara Pembukaan Lahan Greenbelt Glagah-Congot, Terancam Bird Strike

Anom Bagaskoro • Kamis, 1 Mei 2025 | 01:45 WIB

 

ISTIRAHAT: Pekerja beristirahat di Greenbelt usai melakukan penebangan.
ISTIRAHAT: Pekerja beristirahat di Greenbelt usai melakukan penebangan.

KULON PROGO - Dampak pembukaan lahan greenbelt di pesisir Pantai Glagah hingga Congot disertai penebangan pohon cemara udang mengancam penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA).

Airport Safety, Risk, & Performance Management Head Division YIA Indra Nasution menyampaikan, dampak pembukaan lahan akan sangat berpengaruh ke penerbangan YIA. Tak hanya faktor lingkungan yang berubah, beberapa masalah penerbangan juga berpotensi terjadi. "Pohon fungsinya menahan gempuran angin dari selatan, potensinya kalau terbuka bisa ada cross wind di landasan," ucap Indra, saat ditemui awak media usai sosialisasi penggunaan lahan greenbelt, Rabu (30/4).

Indra menyampaikan, sejauh ini arah angin di YIA berasal dari timir dan barat. Akan tetapi, terdapat potensi arah angin berubah dari utara ataupun selatan. Fungsi greenbelt yang ditanami cemara udang untuk menahan angin dari selatan.

Landasan pacu YIA yang membentang dari arah timur ke barat tentunya akan berdampak pada angin dari selatan. Jika penahan angin cemara udang dibabat habis, akan berpotensi mengganggu penerbangan. Lantaran, angin selatan bisa menggoyang pesawat. "Pasti terasa untuk pesawat komersil tetapi tidak signifikan, jika dibanding dengan pesawat kecil atau latih," ungkapnya.

Selain penahan angin, pembabatan cemara udang untuk lahan jagung dirasa perlu kajian ulang. Lantaran, pemilik lahan harus memastikan migrasi burung. Migrasi burung inilah juga akan berdampak ke penerbangan.

Berdasarkan kajian BKSDA bersama YIA, burung akan mendatangi lahan pangan. Jika lahan pangan tepat berada di selatan landasan pacu, perpindahan burung berpotensi mengganggu penerbangan. Lantaran, naluri burung selalu mencari kantong pangan yang tersedia di alam.

Senada dengan Indra, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono membenarkan fungsi greenbelt yang ditanami cemara udang. Menurutnya, greenbelt mampu menahan terpaan angin yang berasal dari pantai."Itu cukup berpengaruh, terutama mitigasi bencana juga," ujarnya.

Warjono menyampaikan, greenbelt juga memiliki peran dalam meredam dampak tsunami. Lantaran, potensi tsunami di Bumi Binangun akan cukup besar. Prediksi BMKG menunjukkan potesni tsunami di pesisir pantai Kulon Progo memiliki ketinggian ombak sekitar 20 meter. (gas/pra)

Editor : Herpri Kartun
#YIA #pantai glagah #Yogyakarta International Airport #greenbelt #pohon cemara udang #bird strike