KULON PROGO - Beredarnya isu minuman keras (miras), judi online (judol), hingga penyakit masyarakat membuat gusar pemuda di Bumi Binangun. Menanggapi isu itu, Forum Pemuda Lintas Agama (FPLA) Kulon Progo menggelar diskusi bertajuk Ngobrol Bareng Akrab Santai (Ngobras), Selasa (29/4).
Ketua FPLA Kulon Progo Nara Zikriya menyampaikan, Ngobras merupakan kegiatan mengumpulkan pemuda-pemudi dari berbagai organisasi di Bumi Binangun. Kesempatan perdana itu, dilakukan untuk menentukan sikap pemuda di Kulon Progo.
"Kami cukup gusar dengan keberadaan isu-isu akhir ini yang melibatkan kaum muda," ucap Nara, Selasa (29/4).
Nara menyampaikan, isu kaum muda yang berkaitan dengan penyebaran minuman keras akhir-akhir ini cukup kencang. Beberapa kasus menunjukkan, keterlibatan anak muda dalam penyebaran atau konsumsi miras.
Selain itu, beberapa kasus terakhir yang ditangani Polres Kulon Progo juga melibatkan pelaku yang merupakan anak muda. Pengedaran pil sapi, yang dilakukan pemuda cukup berdampak ke stigma anak muda.
Pihaknya juga menyoroti perihal korban judi online yang merupakan kaum muda. Banyak kaum muda yang terimingi dengan promosi judi online yang bertebaran di medsos. Akibatnya, banyak kasus pemuda yang lecanduan judi online.
"Kami membangun sosialisasi ini, sekaligus meminta komitmen pemerintah untuk mendukung kegiatan kami," ujarnya.
Nara menyampaikan, kegiatan ngobras diharapkan mampu menyikapi isu tersebut. Bentuk solidaritas antar-organisasi kepemudaan lintas agama diharapkan mampu mendobrak isu penyakit masyarakat. Tujuannya, agar kaum muda dapat terhindar dari penyakit sosial masyarakat.
Selain itu, acara yang ditutup dengan deklarasi menunjukkan komitmen pemuda. Pemuda Kulon Progo bersikap melawan persebaran miras, judol ataupun, penyakit masyarakat lainnya. (gas)
Editor : Sevtia Eka Novarita