Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penanaman Padi dengan Metode Transplanter di Kulon Progo Dinilai Lebih Efisien, Lahan 1.000 Meter Persegi Hanya Butuh Waktu Dua Jam

Anom Bagaskoro • Kamis, 24 April 2025 | 03:45 WIB

 

MODERN: Petani Panjatan menanam bibit padi menggunakan alat pertanian tanam dengan metode transplanter.
MODERN: Petani Panjatan menanam bibit padi menggunakan alat pertanian tanam dengan metode transplanter.
 

 

KULON PROGO - Program ketahanan pangan terus digenjot oleh pemerintah. Di Kulon Progo, dukungan ketahanan pangan berupa penanaman padi serentak. Bedanya, menanam padi kali ini tidak menggunakan metode manual. Tetapi dengan alat pertanian tanam.

"Metode transplanter, lebih efisien," sebut Bupati Kulon Progo Agung Setyawan Rabu (23/4).

Agung menyampaikan, penggunaan alat pertanian di penanaman padi serentak merupakan komitmen pemkab dalam menciptakan swasembada pangan. Lantaran, teknologi pertanian cukup efektif dalam menggenjot angka produksi gabah regional.

 Baca Juga: Trayek Trans Jogja Imogiri-Malioboro Gagal Terealisasi Tahun Ini, Dishub DIY Masih Kaji Ulang Penumpang dan Kapasitas Angkut Bus

Sebagai contohnya, penggunaan alat tanam mampu memangkas beberapa faktor produksi. Jumlah sumber daya manusia yang kian hari menyusut di sektor pertanian, dapat digantikan dengan teknologi.

Selain itu, teknologi pertanian alat tanam juga memangkas waktu tanam. Sebab untuk menanam 1.000 meter persegi atau 0,1 hektare benih padi, teknologi pertanian hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam. Sedangkan jika penanaman menggunakan metode manual, membutuhkan waktu setangah hari dengan luas yang sama. Dengan catatan, jumlah penanam mulai dari 5-6 orang.

 Baca Juga: UGM Buka Suara soal Laki-Laki yang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Sebut Muhammad Nastain Bukan Mahasiswa S3, Hanya Alumni Program S2

Penanaman padi serentak di Kulon Progo juga berbeda dari daerah lain. Benih padi yang ditanam merupakan varietas Gama Pora. Pemilihan varietas ini tak terlepas dari kondisi lahan di Kulon Progo. Tentunya mempertimbangkan kelangsungan hidup padi hingga panen.

"Untuk penyediaan bibit dan alat kami kerja sama dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian," ungkapnya.

 Baca Juga: Polisi Selidiki Kematian Dosen Asal Semarang di Caturtunggal Sleman, Empat Saksi Diperiksa

Agung menjelaskan, panen perdana diharapkan mampu membawa hasil yang baik. Lantaran, kebutuhan pangan semakin lama semakin meningkat. Sehingga, produksi pangan perlu digenjot, utamanya produksi gabah. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #swasembada pangan #produksi #benih padi #metode #penanaman padi #Kulon Progo #transplanter #pemerintah #manual #Menanam Padi #gabah #alat pertanian #program #teknologi pertanian #Sektor Pertanian #ketahanan pangan