Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Kelapa Melejit akibat Jumlah Panen Berkurang dan Ekspor Ke Mancanegara

Anom Bagaskoro • Rabu, 23 April 2025 | 04:15 WIB

 

 

STOK AMAN: Pengepul dan petani kelapa di Kulon Progo Dian Jaka Pramana saat menumpuk kelapa ke dalam mobil boks miliknya.
STOK AMAN: Pengepul dan petani kelapa di Kulon Progo Dian Jaka Pramana saat menumpuk kelapa ke dalam mobil boks miliknya.

KULON PROGO - Harga kelapa di Bumi Binangun turut mengalami kenaikan signifikan. Alasannya karena produksi yang menurun hingga ekspor komoditas kelapa ke mancanegara.

Pengepul dan petani kelapa di Kulon Progo Dian Jaka Pramana menyebut, naiknya harga kelapa telah dirasakan sejak awal puasa. Saat itu, harga kelapa tiba-tiba mengalami kenaikan Rp 1 ribu dari petani.

"Kalau ambil langsung dari petani sekitar Rp 6 ribu sekarang, dari yang sebelumnya hanya Rp 4 ribu," beber Dian saat ditemui di rumahnya Selasa (22/4).

Dian menyampaikan, kenaikan harga kelapa dari petani otomatis menaikkan harga jual di pasaran. Sebai contohnya, Dian mengantarkan kelapa ke daerah Klaten yang memang minim produksi kelapa. Di sana, harga kelapa mampu menembus Rp 17 ribu per butir. Namun di DIY, harganya stabil di angka Rp 12 ribu.

Kenaikan harga komoditas kelapa ini bukanlah barang baru baginya. Lantaran, beberapa kali harga komoditas pertanian memang melonjak. Akan tetapi, lonjakan harga justru dianggap tak wajar.

"Harga mahal disebabkan banyak pohon tidak berbuah," ujarnya.

Hal ini bisa terjadi akibat dampak cuaca yang terjadi di 2024 silam. Kemarau panjang menyebabkan pohon kelapa tak berbunga. Alhasil, di tahun selanjutnya banyak pohon gagal berbuah.

Menurutnya, Kapanewon Kokap yang menjadi sentra pertanian kelapa bisa diambil sebagai contoh kasus. Dalam sekali kunjungan ke petani, Dian mampu membawa ratusan kelapa untuk dijual. Akan tetapi sejak kemarau panjang, dia hanya mampu menjual puluhan kelapa dari petani di Kapanewon Kokap.

"Stok di pasar juga berkurang, tetapi tetap ramai peminat," ungkapnya.

 

Harga kelapa yang naik drastis juga dipicu ketersediaan komoditas di pasar. Kebanyakan pasar di Jawa Tengah kekurangan barang. Padahal minat pembelian naik, terutama untuk ekspor berupa santan ke mancanegara.

"Memang ada yang diekspor, tetapi saya tidak tahu alurnya," sebutnya. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kenaikan harga #ekspor #produksi #pasar kepahiang #Bumi Binangun #kabupaten kulon progo #DIY #kelapa #harga #santan #lonjakan #Kapanewon Kokap #Mancanegara #komoditas