KULON PROGO - Sempat tak beraktifitas pascacovid-19, pertanian bunga krisan di Kalurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh kembali hidup.
Lantaran, kelompok tani krisan mendapat suntikan danais yang berhasil menghidupkan kembali bunga krisan di Perbukitan Menoreh.
Paniradya Pati Kaistimewaan Aris Eko Nugroho menyampaikan, suntikan danais di Kalurahan Gerbosari diwujudkan dengan dukungan pengembangan pertanian krisan.
Dukungan itu, menjadi pemantik petani untuk kembali menanam krisan.
"Potensinya ada, hanya saja saat diterpa pandemi pertanian krisan terbengkalai," ucap Aris, saat ditemui di Agrowisata Krisan Gerbosari, Senin (21/4/2025).
Aris menyampaikan, suntikan melalui program bantuan khusus keuangan (BKK) sebelumnya diusulkan ke kalurahan.
Kuncuran danais senilai Rp 500 juta, mewujudkan pembangunan rumah tanam dan bibit.
Berkat kucuran itu, tanaman krisan berhasil dipanen secara serentak, Senin (21/4/2025).
Setelah panen raya ini, pertanian krisan diharapkan dapat tumbuh kembali.
Lantaran, Gerbosari memiliki potensi pertanian bunga. Sehingga, petani dan masyarakat diharapakan dapat memanfaatkan momentum itu.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, pertanian krisan dinilai menguntungkan.
Lantaran, nilai ekonomis bunga krisan cukup tinggi dengan peminat pasar yang banyak.
Hal ini, diperkuat dengan wilayah asli tanaman yang seharusnya ditanam di wilayah sub tropis.
"Kebutuhan bunga krisan luar biasa besar, dan suplai di DIY sedikit," ujarnya.
Agung berharap, masyarakat Gerbosari dapat memanfaatkan potensi dan fasilitas yang dimiliki.
Pasalnya, suplai krisan di DIY hanya berasal dari beberapa tempat.
Jika berhasil memanfaatkan fasilitas itu, masyarakat akan mampu berdaya. Outputnya, pertumbuhan ekonomi kawasan akan terbentuk. (gas)
Editor : Winda Atika Ira Puspita