Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dispertapa Pastikan Sapi Mati di Nanggulan Bukan Antraks, Peternak Diminta Laporkan Kematian Mendadak: Begini Ciri-Ciri Hewan Terjangkit Antraks

Anom Bagaskoro • Jumat, 18 April 2025 | 03:15 WIB

 

 

VAKSIN: Petugas Puskeswan menakar volume cairan antibiotik. Dispertapa Kulon Progo melakukan pengawasan ketat usai wabah antraks merebak di Gunungkidul.
VAKSIN: Petugas Puskeswan menakar volume cairan antibiotik. Dispertapa Kulon Progo melakukan pengawasan ketat usai wabah antraks merebak di Gunungkidul.

KULON PROGO - Merebaknya kasus antraks di wilayah Gunungkidul membuat Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo memperketat pengawasan.

Monitoring intensif kini dilakukan, terutama setelah adanya laporan sapi mati mendadak di Kapanewon Nanggulan setelah merebaknya antraks.

Kepala Dispertapa Kulon Progo Drajat Purbadi memastikan hingga kini tidak ditemukan kasus antraks di Kulon Progo.

Termasuk temuan sapi mati mendadak tersebut, hasil uji laboratorium menunjukkan hewan tidak terjangkit antraks.

"Untuk kasus Nanggulan memang sapi mati mendadak, tapi bukan antraks," ucap Drajat, Kamis (17/4/2025).

Drajat menjelaskan, langsung melakukan pengecekan lapangan sesuai prosedur standar operasional (SOP) usai laporan tersebut.

Hasil pemeriksaan menyebutkan kematian sapi tersebut disebabkan oleh infeksi parasit dalam tubuh ternak, bukan antraks maupun penyakit mulut dan kuku (PMK).

Sesuai SOP Dispertapa, setiap temuan sapi mati mendadak wajib dilaporkan. Petugas Puskeswan akan melakukan penanganan awal, termasuk diagnosa lapangan.

Secara kasat mata, ciri utama antraks pada hewan ternak antara lain keluarnya cairan seperti darah berwarna kehitaman dari lubang-lubang tubuh seperti hidung, mata, dan anus.

"Cairannya seperti darah, tidak kental melewati beberapa lubang seperti hidung, mata, atau dubur," ujarnya.

Baca Juga: Polres Siapkan 694 Personel Amankan Perayaan Paskah di Bantul hingga Minggu, Sterilisasi Sudah Dilakukan

Selain tanda itu, peternak bisa mendiagnosis antraks dengan melihat kondisi hewan ternak. Antrak menyebabkan demam tinggi pada hewan, dan berujung kematian mendadak.

Untuk memastikan tertularnya hewan, Dispertapa juga melakukan uji laboratorium. Ini karena antraks tak bisa dilihat hanya dengan kasat maka.

Biasanya uji lab tersebut memakan waktu 1×24 jam, untuk melihat berkembangnya bibit spora antraks.

Bersamaan dengan uji lab, instansi ini juga akan menandai wilayah titik antraks. Hewan ternak dilokasi temuan akan segera mendapatkan antibiotik.

Hal ini merupakan upaya pencegahan, untuk memastikan jika memang antraks tak menular.

"Itu sangat penting, antibiotik dan vaksin merupakan tindakan pencegahan," ungkapnya.

Drajat mengimbau, agar peternak tak sungkan apabila melaporkan adanya sapi yang mati mendadak. Sebab dengan laporan yang cepat pihaknya dapat memastikan persebaran antraks agar tak meluas. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Dispertapa Kulon Progo #Nanggulan #antraks #sapi mati #kematian mendadak