KULON PROGO - Tak hanya kriminalitas, Polres Kulon Progo kini juga mendapat laporan temuan telur penyu.
Menanggapi laporan itu, Polres Kulon Progo langsung menerjunkan personel.
Kasihumas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko menyampaikan, kejadian temuan itu.
Pada awalnya, Polres Kulon Progo mendapatkan informasi dari salah satu warga yang menemukan penyu yang sedang bertelur.
Kejadian itu sekitar pukul 22.30 WIB, tepatnya di pesisir Pantai Glagah.
"Laporan lantas kami tindaklanjuti dengan menerjunkan personel," ungkapnya.
Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menerjunkan personel untuk melakukan peninjauan.
Empat personel yang diterjunkan bergegas mendatangi lokasi. Sesampai lokasi, personel memastik sudah tidak ada lagi proses penyu yang bertelur.
Personel kemudian melakukan penggalian pada sarang penyu yang terkubur di balik pasir.
Sejumlah 118 telur penyu langsung diamankan, untuk memastikan telur dapat menetas dengan baik.
"Telur penyu dibawa ke tempat konservasi Penyu Abadi di Pantai Trisik," ungkapnya.
Iptu Sarjoko menjelaskan, telur penyu terpaksa dipindah ke tempat konservasi.
Lantaran, jika tetap dibiarkan di alam terbuka, potensi telur menetas sangat kecil.
Bahkan berpotensi telur tak menetas akibat terjamah air laut dan abrasi.
Kegiatan penyelamatan penyu bukanlah hal baru bagi Polres Kulon Progo.
Tindakan penyelamatan telur, merupakan upaya konservasi.
Lantaran, penyu merupakan hewan yang dilindungi dan hewan yang hampir punah akibat perburuan.
Selama ini, konservasi penyu selalu didukung oleh Polres Kulon Progo.
Di tahun 2024 lalu, ribuan tukik hasil tangkaran dilepas liarkan di pantai Trisik.
Harapannya, penyu yang dilepaskan dapat kembali lagi di Pantai Trisik.
Mengingat siklus hidup penyu selalu bertelur di tempat mereka dilahirkan.
Sehingga, pantai di Kulon Progo diharapkan mampu menjaga ekosistemnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva