KULON PROGO - Di era perkembangan informasi, Pemkab Kulon Progo mendorong upaya kebebasan pers.
Bahkan jaminan kebebasan pers berupa kritik ke pemkab juga ditegaskan.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menegaskan jaminan kebebasan pers di era kepemimpinan Agung Ambar.
Lantaran, pers merupakan pilar demokrasi. Sehingga, keberadaanya perlu didukung.
"Silahkan kritik, asal tidak bermain dengan isu SARA," ucap Ambar, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Kamis (17/4/2025).
Ambar menegaskan, Pemkab Kulon Progo terbuka dengan kritik yang dilontar melalui media massa.
Lantaran, kritik merupakan fungsi media sosial yang bersifat membangun.
Terutama kritik yang berkaitan dengan kebijakan ataupun program yang tengah dilakukan pemkab.
Selain sebagai sarana untuk mengkritik, media juga berperan besar dalam mengawal program pemerintah daerah.
Terutama program yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Media dapat menjadi sarana kampanye program pemerintah dengan cara yang lebih akurat.
"Banyak program yang sedang kami kembangkan, jadi membutuhkan media," ujarnya.
Ambar menyampaikan, pada kepemimpinan Agung Ambar akan banyak program yang dikembangkan.
Terutama pengembangan potensi daerah yang selama ini dirasa kurang optimal. Selain itu, kebijakan yang dirasa cukup baik justru belum diimplementasikan dengan optimal juga turut serta menjadi sorotan.
Ambar juga sempat menyinggung, perihal potensi yang dimiliki Bumi Binangun.
Kulon Progo diklaim memiliki sejuta potensi yang dapat dikembangkan. Tentunya, dengan orientasi untuk kesejahteraan masyarakat.
"Kalau di dunia pewayangan, Kulon Progo itu Astina," ucapnya.
Ambar menyampaikan, dari segi geografis Kulon Progo seperti Astina. Lantaran, diapit dua sungai besar dan memiliki laut atau pegunungan.
Jika dilihat dari sudut pewayangan, Astina memiliki potensi alam dan SDM yang besar.
Namun, harus dipimpin oleh pemimpin yang baik untuk mengembangkan potensi itu. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva