KULON PROGO - Bencana hidrometerologi yang berdampak pada rumah Poniman warga Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan kini mendapat perhatian pemerintah.
Rumah milik Poniman segera dipindahkan dengan menggunakan dana bantuan RTLH.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Heri Darmawan menyampaikan, rumah Poniman kini mendapat bantuan RTLH dari Baznas.
Lantaran, rumah dalam kondisi tidak layak huni. Kriteria tidak layak huni disebabkan posisi rumah yang menggantung di Sungai Sepuri.
"Jadi taludnya ambrol, air banjir sungai mengikis bagian pondasi rumah," ucap Heri, Rabu (16/4/2025).
Heri menyampaikan, kondisi rumah yang berbahaya membuat pihaknya mengajukan usulan bantuan.
Usulan itu lantas ditanggapi baznas dengan menggelontorkan bantuan.
Rumah Poniman yang berdiri di dekat bantaran sungai kini dipindahkan menjauh.
Sekitar 40 meter menjauhi sungai rumah Poniman muali terbentuk bagian pondasinya.
Heri mengungkapkan, rumah hasil bantuan akan segera difungsikan ssecepatnya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan ikut serta dalam penyaluran bantuan RTLH untuk Poniman.
Secara simbolis bupati melakukan penanaman pondasi untuk bakal calon rumah.
"Total ada tiga bantuan RTLH dampak bencana hidrometeorologi yang tersalurkan," ucapnya.
Bantuan RTLH yang berkolaborasi antara pemkab dan baznas menyasar hunian yang terdampak bencana alam.
Terdapat target tiga rumah yang tersebar di Kapanewon Nanggulan, Girimulyo, dan Jatimulyo.
Bantuan tersebut diserahkan secara tunai, masing-masing rumah mendapat bantuan Rp 20 juta.
Uang tunai dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan bangunan. Sedangkan, tenaga dapat dilakukan secara gotongroyong.
Agung berharap, kolaborasi baznas dan pemkab dapat belanjut.
Lantaran, bantuan dirasa sangan bermanfaat bagi penerima.
Terutama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bumi Binangun. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva