KULON PROGO - Unjuk rasa menyampaikan kerusakan Jalan Tangkisan 2-Kokap, mendapat respon dari Pemkab Kulon Progo.
Pemkab mengupayakan perbaikan Jalan Tangkisan 2 akan terus diupayakan.
Tak tanggung-tanggung, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko terjun langsung menemui warga Padukahan Tangkisan 2, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Minggu (13/4/2025) petang.
Pada kesempatan itu, Ambar meninjau langsung kondisi jalan sepanjang tiga kilometer.
"Memang kondisinya butuh perbaikan, tapi saya ijin ke warga agar tanaman dicabut," ucap Ambar, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (13/4/2025).
Ambar menyampaikan, sambil meninjau kondisi jalan dirinya meminta ijin warga untuk mencabut tanaman yang sengaja ditanam sebagai bentuk protes.
Akan tetapi, Ambar tetap membiarkan banner berisikan protes warga yang terpasang di sepanjang jalan.
Menurutnya, banner tak perlu dilepas. Lantaran, merupakan bentuk penegakan demokrasi dan kemerdekaan berpendapat.
Selain itu, banner berisi protes dijadikan sebagai pengingat pemkab untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.
"Banner tidak perlu dilepas, pengingat pemkab untuk menanggapi keluhan," ucapnya.
Usai meninjau kondisi jalan, Ambar juga berdialog dengan masyarakat sekitar.
Mendengarkan curhatan itu, Wabup lantas menelfon Kepala DPUPKP Kulon Progo.
Dia meminta agar dinas teknis segera melakukan tindak lanjut perbaikan.
"Ini ada keluhan dari masyarakat, mohon ditindaklanjuti," ucap Ambar saat menelfon kepala dinas.
Saat dikonfirmasi terkait pembicaraannya, Ambar menegaskan pihaknya telah berkotdinasi dengan DPUPKP Kulon Progo.
Kordinasi diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan. Kendati tak bisa dilakukan di tahun ini, perbaikan masih bisa diusulkan dan terealisasi di tahun 2026.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan DPUPKP Kulonprogo Wuriandreza Gigih Muktitama menyampaikan, upaya perbaikan jalan telah dilakukan pihaknya.
Setiap tahunnya, Jalan Tangkisan 2-Kokap selalu diusulkan.
"Sudah diusulkan, tetapi belum bisa terealisasi," ujarnya.
Gigih menyampaikan, tidak terealisasinya program akibat minimnya anggaran daerah.
Keterbatasan anggaran membuat proyek infrastruktur tisak munhkin dijalankan.
Bahkan program Bedah Menoreh yang dicanangkan juga tak kunjung terealisasi. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva