KULON PROGO - Wujud ketahanan pangan dapat diihat dengan kesuksesan program cetak sawah di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah.
Lantaran, pada wiwitan atau masa panen 2025, hasilnya tergolong optimal.
Sebagai wujud rasa syukur itu, masyarakat Gulurejo menggelar adat wiwitan di Bulak Rawa Jembangan, Kamis (10/4/2025).
Lurah Gulurejo Bejo Santoso menyampaikan, di tahun lalu program cetak sawah dilakukan di Bulak Rawa Jembangan.
Menggunakan lahan tandus yang lama tak ditanami, hasil panen perdana di 2025 ini cukup optimal.
"Penen kali ini meningkat, tahun lalu baru sekali panen," ucap Bejo, saat ditemui Radar Jogja usai wiwitan.
Bejo menyampaikan, keberadaan program cetak sawah baru memberikan hasil.
Sebelum menerima program itu, areal sawah Bulak Rawa Jembangan seluas 110 hektare tak banyak disentuh petani.
Lantaran, kesulitan irigasi dan infrastruktur pendukung.
Namun, setelah dibukanya sawah baru yang hanya seluas 5 hektare justru menambah semangat petani lokal untuk mengolah sawah.
Lantaran, program cetak sawah memberikan bantuan infrastruktur dan penguatan saluran irigasi. Sehingga, area sawah didekatnya ikut berkembang.
"Wiwitan ini merupakan wujud syukur kami," ungkapnya.
Hasil panen yang optimal dengan nilai 6,5 ton per hektar, membuat masyarakat tergerak.
Mengumpulkan dana swadaya, masyarakat berbondong-bondong menyelebggarakan tradisi wiwitan yang sudah mengakar di bulak.
Kegiatan wiwitan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan melakukan panen bersama.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Asisten 2 Setda DIY Tri Saktiyana mengapresiasi kegiatan wiwitan di Gulurejo.
Menurutnya, panen kali ini mewujudkan ketahanan pangan tingkat daerah.
Tentunya, hal ini juga berkaitan dengan usaha Gubernur DIY yang ingin memenuhi kebutuhan pangan regional.
"Ini deklarasi mandiri pangan dengan keseimbangan ekologis dan ekonomis," ucapnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva