Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ternyata Selama Ini Tomira di Kulon Progo Hanya Kedok, Wabup Ambar Purwoko Ancam Keluarkan Kebijakan Ini

Anom Bagaskoro • Jumat, 4 April 2025 | 16:12 WIB

MEMERIKSA: Ambar Purwoko melihat rak produk UMKM yang dipajang di salah satu Tomira.
MEMERIKSA: Ambar Purwoko melihat rak produk UMKM yang dipajang di salah satu Tomira.
KULON PROGO - Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengancam akan menutup Toko Milik Rakyat (Tomira).

Ketegasan ini, muncul setelah wabup meninjau beberapa tomira di sepanjang jalur mudik, Kamis (3/4).

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menjelaskan, beberapa temuannya setelah mengunjungi beberapa tomira.

Sebenarnya, kunjungan ke Tomira tak ada dalam jadwal. Di hari itu, Ambar berencana melihat posko arus mudik dan balik lebaran.

"Tadi mampir ke tomira membeli produk UMKM, ternyata tidak ada akhirnya memutuskan melihat beberapa tomira," ucap Ambar, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (3/4) sore.

Ambar menjelaskan, setelah meninjau beberapa tomira yang dipadati pemudik, dirinya menemukan beberapa fakta.

Beberapa tomira kedapatan tak menjual produk UMKM lokal.

Selain itu, beberapa tomira hanya menyediakan ruang kecil untuk memajang produk UMKM.

Padahal aturan display produk UMKM telah jelas tertuang pada Pasal 7 Peraturan Bupati Kulon Progo Nomer 55 Tahun 2024.

Tomira wajib menyediakan tempat pemasaran produk UMKM lokal minimal 30% dari luas areal minimarket waralaba.

"Tadi yang kami lihat hanya sekitar satu meter," ucapnya.

Selain menemukan ketidaksesuaian terhadap aturan, Ambar juga menemukan sulitnya membeli produk UMKM lokal di Tomira.

Lantaran, produk UMKM hanya bisa dibeli dengan cara tunai. Hal ini berpotensi membuat pembeli mengurungkan niatnya.

Ambar menjelaskan, kebanyakan tomira hanya kedok semata.

Lantaran, kenyataannya tomira didominasi manajemen dari waralaba raksasa.

Bahkan untuk skedar bungkus plastik, nama Tomira diganti dengan waralaba.

"Tomira hanya seolah-olah kedok, ora manut tutup," ujarnya.

Ambar menjelaskan, temuan di beberapa Tomira akan segera dikaji Pemkab Kulon Progo.

Pihaknya segera melakukan pembinaan dan sosialisasi terhadap penerapan reguslasi Tomira.

Jika ditemukan Tomira yang ngeyel, pihaknya menegaskan akan menutup toko tersebut. Lantaran, melanggar aturan yang telah diamanatkan Perbup. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #TOMIRA