KULON PROGO - Lebaran menjadi momentum yang ditunggu-tunggu.
Berkaitan dengan momentum tersebut, ada kebiasaan unik masyarakat Indonesia, yakni berburu baju lebaran.
Umumnya, masyarakat membeli baju baru.
Namun kali ini, membeli baju bekas untuk lebaran pun menjadi incaran, seperti halnya pemandangan di Pasar Wagean, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, Jumat (28/3/2025).
Para pembeli antusias berburu baju bekas layak pakai itu.
Salah satu pembeli pakaian bekas Tubarno mengaku sudah biasa melewati momen lebaran menggunakan baju bekas.
"Antusias (berburu baju bekas, Red), soalnya kebiasaan saat lebaran seperti ini," ucap Tubarno, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (28/3/2025).
Tak tanggung-tanggung, untuk datang ke Pasar Hewan Pengasih tempat digelarnya Pasar Wagean, Tubarno pun rela menempuh jarak 10 km. Lantaran, kediamannya berada di Kapanewon Kokap.
Tubarno menjelaskan alasan dia memilih membeli baju bekas.
Dulu, kata dia, setiap lebaran, dirinya selalu menyisihkan uang untuk membeli baju baru.
Akan tetapi, lambat laun, Tubarno memilih tak membelanjakan uang untuk membelikan pakaian baru.
Keluarganya lebih memilih baju bekas untuk menghemat pengeluaran.
Menurutnya, ekonomi saat ini sedang melemah.
Membuat keluarganya perlu menyesuaikan diri, mengigat Tubarno juga tak memiliki penghasilan mentereng.
Keluarganya hidup sebagai penderes nira dan produsen gula merah.
"Kalau disini lebih murah, bisa selisih ratusan ribu," ucapnya.
Tubarno mengaku, membeli beberapa pakaian bekas layak pakai yang tergolong murah, jika dibandingkan dengan harga beli baru.
Ia mencontohkan, harga jaket yang dibelinya dari Pasar Wagean berkisar Rp 50 ribu. Sedangkan jika membeli baru berkisar Rp 200 ribu.
Kendati bekas, kondisi pakaian yang dibeli masih sangat mulus.
Tak ada lubang atau cacat warna dari pakaian.
Hanya saja untuk memilih barang yang bagus, dirinya memakan waktu lama.
Pasalnya, penjual tak menata seluruh pakaian yang dijual.
Kebanyakan baju hanya ditumpuk di atas terpal tipis. Sehingga, pembeli harus jeli memilih.
Sementara itu, penjual pakaian bekas Ridwan Darusman menjelaskan barang dagangannya.
Dirinya berjualan mewakili salah satu yayasan yang menaungi pesantren. Kebanyakan pakaian berasal dari donatur yang menyumbang ke pesantren.
"Anak-anak sudah memilih, sisanya kami jual untuk menambah operasional," ucap Ridwan.
Ridwan menjelaskan, baju bekas dibandrol mulai Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.
Saat lebaran, baju bekas selalu diserbu pembeli. Bahkan dirinya menyiapkan lima stand di lokasi Pasar Wagen.
Penjualan juga mengalami peningkat, di hari biasa baju bekas terjual hingga 200 buah. Namun, jelang lebaran bisa mencapai 400 buah per hari. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva