KULON PROGO - Menjelang lebaran, Yogyakarta International Airport (YIA) mulai dipadati pemudik.
Kebanyakan pemudik mulai memanfaatkan libur panjang jelang lebaran.
Terutama mahasiswa yang hendak pulang ke kampung halaman.
Stakeholder Relation Manager YIA Ike Yutiane menyampaikan, adanya kenaikan jumlah penumpang di bandara.
Kenaikan jumlah penumpang telah terjadi semenjak pembukaan posko lebaran, Jumat (21/3/2025).
"Di hari ini ada kenaikan jumlah penumpang hampir seribu," ucap Ike, Senin (24/3/2025).
Ike menjelaskan, sehari sebelumnya jumlah penumpang mencapai 12.445 orang.
Bila dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi pertumbuhan penumpang sebanyak 18%.
Ribuan penumpang dilayani dengan trafik pesawat sekitar 92 pesawat.
Sedangkan di hari ini, prediksi penumpang akan terus mengalami kenaikan.
Pihaknya memprediksi 12.988 penumpang akan memadati YIA.
Jumlah ini bisa terus bertambah hingga mendekati hari H Lebaran.
Mengingat trafik penumpang dari hari-hari sebelumnya bertambah.
Bahkan terdapat extra flight sejumlah 4 penerbangan, dengan tingkat keterisian di atas 70%.
Penerbangan masih didominasi rute CGK-YIA atau sebaliknya dengan presentase 22% dari total penumpang seluruh rute.
Rata-rata setiap harinya ada dua ribu lebih penumpang yang menggunakan rute itu.
"Selain penumpang, terjadi pertumbuhan juga dalam trafik kargo dan pesawat," ucapnya.
Selain penumpang, YIA berhasil mencatatkan pertumbuhan dibidang trafik pesawat dan kargo apabila dibandingkan dengan tahun 2024.
Di lebaran tahun ini, sejak dibukanya posko pertumbuhan trafik pesawat rata-rata mencapai 5%. Sedangkan kargo mencapai 45%.
Hal ini menjadi tren positif, dan akan terus berlanjut hingga puncak mudik lebaran.
Sementara itu, salah satu penumpang tujuan Riau Meilinda mengungkapkan alasannya mudik lebih cepat.
Aisyah mengaku sebagai mahasiswa di sebuah kampus swasta di Jogja. Dirinya mendapat libur, sehingga segera pulang kampung.
"Baru dapet libur, jadi secepatnya segera memanfaatkan waktu," ucapnya.
Meilinda menjelaskan, keinginan memanfaatkan libur kuliah sesegera mungkin.
Lantaran, jika berangkat mendekati hari lebaran akan kesulitan mencari tiket.
Selain kesulitan mencari tiket, harga tiket menjelang lebaran pasti mengalami peningkata.
Bahkan di tahun ini naik hampir Rp 100 ribu apabila dibandingkan hari normal.
Hal senada juga diungkapkan, penumpang tujuan Makasar Aisyah Sri Rejeki.
Mahasiswi ini juga memilih pulang lebih awal, dibandingkan mengikuti gelombang mudik cuti bersama.
"Lebih baik pulang sekarang, karena kalau menjelang lebaran pasti ramai," ujarnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva