KULON PROGO - Otoritas Yogyakarta International Airport (YIA) memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 28 Maret 2025 mendatang.
Selama musim mudik lebaran ini, diprediksi ratusan ribu penumpang akan memdati terminal keberangkatan dan kedatangan.
General Manager YIA Ruly Artha menyampaikan, mudik lebaran 2025 membuat potensi kunjungan penumpang di YIA mengalami peningkatan.
Bahkan kenaikan penumpang sudah terjadi semenjak pembukaan posko lebaran, Jumat (21/3/2025).
"Puncak arus mudik tanggal 28 Maret, dengan jumlah penumpang sekitar 14 ribu," ucap Ruly, saat ditemui awak media, Jumat (21/3/2025).
Ruly menjelaskan, rata-rata kenaikan penumpang pada musim lebaran kali ini mencapai satu persen. Dengan rata-rata pergerakan pesawat mencapai 98 unit pesawat.
Di hari biasa, jumlah penumpang di YIA mencapai 11 ribu hingga 12 ribu.
Namun, musim lebaran terjadi penambahan jumlah penumpang signifikan. Nantinya, selama arus mudik dan balik YIA akan dikunjungi 315 ribu penumpang.
"Untuk extra flight kami menyediakan slot total 113 flight," ucapnya.
Adanya kenaikan jumlah penumpang diprediksi akan terus berlanjut.
Lantaran, pemerintah telah berupaya menurunkan harga tiket.
Langkah menurunkan harga tiket dilakukan dengan cara memangkas tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) sekitar 50%.
Di YIA PJP2U bertarif Rp 125 ribu, akan dipangkas menjadi Rp 62.500.
Pemangkasan juga akan terjadi pada tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan, Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 50%.
Tarif ini menyesuaikan dengan maskapai penyedia layanan.
"Prediksi cuaca terus kami pantau, yang jelas tidak berpengaruh ke penerbangan," ungkapnya.
Ruly menjelaskan, penumpang YIA tak perlu khawatir dengan kondisi cuaca buruk ataupun isu tsunami.
Lantaran, YIA telah di desain untuk mampu menghadapi lima tipe bencana alam.
Diantaranya, bencana gempa bumi, tsunami, banjir, abu vulkanik, dan pergerakan tanah.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Warjono menyampaikan adanya potensi cuaca buruk selama mudik lebaran.
Akan tetapi, cuaca tak berpengaruh banyak ke penerbangan. Lantaran, faktor safety tak dipengaruhi cuaca.
"Bukan hujan yang mempengaruhi, tetapi jarak pandang landasan dan arah angin," ujarnya.
Menurutnya, hujan lebat tak berpengaruh bagi oenerbangan.
Justru arah angin yang bisa menyebabkan penerbangan tertunda.
Sehingag, selama mudik lebaran pihaknya akan selalu memantau cuaca dan kondisi angin yang akan disampaikan ke Airnav. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva