Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jembatan Pandansimo Batal Jadi Jalur Arus Mudik dan Balik, Dishub Kulon Progo Beberkan Alasannya!

Anom Bagaskoro • Jumat, 21 Maret 2025 | 20:42 WIB
Jembatan Pandansimo dalam proses pembangunan.
Jembatan Pandansimo dalam proses pembangunan.

KULON PROGO - Jembatan Pandansimo gagal menjadi jalur arus mudik 2025.

Infrastruktur penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini belum bisa menampung kendaraan pemudik.

Kelengkapan penunjang pun belum siap.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo Ariadi menjelaskan, Jembatan Pandansimo belum siap digunakan.

Hal ini didasari atas hasil peninjauan dan penilaian dari pemilik proyek.

"Jembatan Pandansimo belum selesai pekerjaannya," ucap Ariadi, Jumat (21/3/2025).

Ariadi menjelaskan, pihaknya telah berkonsultasi untuk tak mengalihkan arus mudik ke jembatan itu.

Mereka akan mengalihkan jalur pemudik dari JJJLS tetap melewati Jembatan Srandakan.

Pihaknya mengakui, ada potensi lonjakan pemudik yang melewati JJLS akibat keberadaan Jembatan Pandansimo.

Untuk mencegah pemudik tidak menggunakan jembatan yang ditutup, Dishub telah menyiapkan papan pemberitahuan.

Papan itu diletakkan di Simpang Tiga Ngremang, Karangsewu, Galur.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi animo pemudik yang penasaran melewati jembatan baru.

Belum selesai, jadi kami cegah agar tidak masuk," ujarnya.

Ariadi menyampaikan, pemudik tetap dapat menggunakan JJLS dengan melewati jalur mudik di tahun sebelumnya.

Pemudik dapat melewati JJLS yang tembus hingga simpang empat Brosot, Jembatan Srandakan, dan kembali lagi ke JJLS.

Pengalihan arus itu, membuat pihaknya menyiapkan JJLS untuk pemudik.

Sebelumnya, pihak terkait telah melakukan penambalan pada JJLS di Ruas Ngremang Karangsewu.

Di sepanjang titik itu, ditemukan lubang yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

"Titik rawan sudah ditambal, hanya saja penerangan jalan belum optimal," ujarnya.

Pihaknya mengakui belum mampu mengoptimalkan penerangan jalan umu (PJU).

Sebenarnya, JJLS Ruas Jangkaran-Underpass YIA telah memiliki PJU yang optimal.

Sedangkan, untuk Ruas Underpass YIA-Brosot memiliki peberangan yang kurang. Terutama dari Pertigaan Ngremang hingga Brosot.

Oleh karena itu, Ariadi menghimbau agar pemudik yang melalui JJLS untuk mengutamakan kehati-hatian. Selain itu, pemudik diminta tak menggunakan kecepatan diatas regulasi.

Hal senada juga diungkapkan Kasatlantas Polres Kulon Progo AKP Priya Handaya.

Menurutnya akan terjadi kenaikan pengguna JJLS selama musim mudik lebaran.

Oleh karena itu, pihaknya telah melakukan antisiapasi untuk menghadapi lonjakan.

"Kami menyediakan pos di Pertigaan Brosot," ucapnya.

AKP Priya menjelaskan, pos di pertigaan memiliki fungsi untuk mengamankan pemudik.

Apabila terjadi penumpukan kendaraan, pihaknya akan melakukan penarikan arus dengan cara manual. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dishub Kulon Progo #Jalur Arus Mudik dan Balik #Jembatan Srandakan #JJLS #Kulon Progo #animo pemudik #jembatan pandansimo