Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kopi Perbukitan Menoreh Kembali Dikenal

Heru Pratomo • Minggu, 16 Maret 2025 | 02:28 WIB
BELAJAR: Anggota komunitas HMC membina petani lokal untuk menanam kopi. 
BELAJAR: Anggota komunitas HMC membina petani lokal untuk menanam kopi. 

JOGJA - Potensi tanaman kopi di Bumi Binangun mulai banyak diminati masyarakat luar daerah. Hal itu tak lepas dari peran Komunitas Menoreh Heritage Cofee (HMC). Selama setahun terakhir, komunitas ini memfokuskan diri melakukan pembinaan hingga pelestarian kopi lokal.

Ketua HMC Agustinus Sulistio mengatakan, berdirinya komunitas sejak 30 November 2023 lalu ini berawal dari mulai ditinggalkannya tanaman kopi di Perbukitan Menoreh. Padahal, komoditas kopi asal menoreh sudah dikenal pada zaman Penjajahan Belanda.

"Kopi Menoreh mulai ditinggalkan, padahal jenisnya ada robusta, arabika, dan liberika," ucap Tio, Jumat (14/3).

Tio menjelaskan, berawal dari rasa ingin melestarikan kopi khas Perbukitan Menoreh akhirnya terbentuklah komunitas ini. Pada awalnya, komunitas ini hanya diikuti oleh pemilik kedai kopi di Bumi Binangun.

Kegiatan awal mereka berupa diskusi dan membahas sejarah dari kopi Menoreh. Lambat laun, diskusi mengarah ke dalam penguatan nilai dari Kopi Menoreh. Komunitas ini menggagas cara membranding kopi Menoreh agar mampu dikenal dan bersaing di pasar. "Kami memetakan dan mencirikan karakteristik kopi dari Perbukitan Menoreh," ujarnya.

Komunitas ini mulai rutin tampil di beberapa even daerah hingga nasional. Membuat kopi Menoreh mulai banyak dikenal dan diterima masyarakat luas. Komunitas itu juga mulai dikenal petani dan pemilik cafe kopi di Kulon Progo. Membuat semakin banyak anggota dari berbagai latar ikut bergabung.

Pada pertengahan 2024, komunitas ini mulai menggelar kegiatan pendampingan kepada petani lokal. Merogoh kocek pribadi, komunitas menggelar pelatihan, pembinaan, dan pendampingan ke masyarakat Perbukitan Menoreh. "Fokus kami mengenalkan kembali kopi ke masyarakat, dan melestarikan ciri khas Menoreh," jelasnya.

Tak ingin membuat kopi Menoreh kehilangan pamor, komunitas MHC membudidayakan kopi di Perbukitan Menoreh. Mereka memberdayakan masyarakat sekitar, yang diberikan bibit gratis.

Selain itu, masyarakat juga mendapat pendampingan. Tujuannya, agar pertanian kopi di Perbukitan Menoreh dapat terjaga. Sekaligus, komoditas kopi dapat melimpah dan bisa ditemui di Kulon Progo. (gas/wia)

Editor : Heru Pratomo
#Kulon Progo #komunitas #Kopi