KULON PROGO - Isu penggantian batik Geblek Renteng menjadi motif Gunungan Pare Anom terus menguat.
Padahal Kulon Progo memiliki batik lokal bernaman batik Gringsing dan Gelaran.
Pemilik Sembung Batik Bayu Permadi mempertanyakan alasan di balik penggantian motif Geblek Renteng.
Lantaran, dirinya tak mengetahui informasi serta kejelasan mengenai isu tersebut.
"Kulon Progo punya batik lokal, Gringsing dan Gelaran," ucap Bayu, (10/3/2025).
Bayu menyampaikan, jika pemkab ingin kembali ke pakem dan sejarahnya, motif Gringsing dan gelaran seharusnya menjadi pilihan.
Lantaran, motif ini telah dibuat dan dikenal masyarakat Bumi Binangun sejak dahulu kala.
Daripada gunungan yang belum diketahui bentuk dan motifnya.
Batik Gringsing dan gelaran sebenarnya juga bisa ditemui di daerah lain.
Akan tetapi, batik ini sebenarnya telah mengakar di Kulon Progo, terutama wilayah timur.
Hanya saja pemkab belum mengakui dan mengistimewakan motif itu.
"Ada sisi positifnya, jika benar dirubah memberi gebrakan baru di industri batik," ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Lebaran, DPUPKP Kulon Progo Hendak Perbaikan Ruas Jalan Berikut!
Bayu menyampaikan, penggantian motif batik dinilai akan memberikan warna baru.
Terlepas motif pengganti apa yang mampu mempresentasikan identitas Kulon Progo.
Penggantian harus mamou mewakili identitas Bumi Binangun.
Sehingga, motif daerah perlu ditonjolkan.
Selama ini batik Geblek Renteng belum banyak memberikan dampak positif.
Lantaran, banyak pengrajin tak menerima pesanan batik.
Untungnya, Sembung Batik setiap tahun ajaran baru rutin menerima orderan Geblek Renteng dari 10 sekolah.
"HPPnya mahal, sehingga banyak yang memilik batik printing," jelasnya.
Selain minim orderan, motif Geblek Renteng cenderung sepi peminat dari luar daerah.
Membuat sejumlah pengusaha batik memilih tak memperbanyak stok batik Geblek Renteng.
Hal ini juga berlaku pada batik yang nantinya ditunjuk sebagai pengganti.
"Motifnya juga harus mampu merambah pasar yang luas," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pengusaha batik di Kulon Progo yang tak ingin disebutkan namanya mengaku khawatir. Dia khawatir dengan wacana penggantian batik Geblek Renteng.
"Justru khawatir, stok batik Geblek Renteng masih banyak," ungkapnya.
Dia mengaku, pihaknya telah memproduksi batik Geblek Renteng cukup banyak sebagai stok.
Terdapat puluhan lembar batik, yang nantinya terancam tak terjual akibat adanya kebijakan penggantian.
Selain itu, usahanya juga telah menerima pesanan batik Geblek Renteng dari institusi pemerintah.
Dengan wacana penggantian itu, membuat produksinya tertunda, untuk menunggu realisasi kebijakan.
"Ini kami juga sudah jadi sebagian outer motif Geblek Renteng," tandasnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva