RADAR JOGJA - Kulon Progo, sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memiliki warisan budaya yang kaya, salah satunya adalah motif batik Geblek Renteng.
Motif batik ini tidak hanya mencerminkan keunikan daerahnya tetapi juga menyimpan filosofi mendalam yang mencerminkan kebersamaan, keteguhan, dan harapan bagi masyarakat Kulon Progo.
Makna dan Filosofi Geblek Renteng
Dikutip dari artikel yang dirilis oleh kelurahan kalidengen Motif Geblek Renteng terinspirasi dari makanan khas Kulon Progo, yaitu geblek, camilan berbahan dasar singkong yang memiliki bentuk unik menyerupai angka delapan atau simpul yang berulang.
Bentuk ini kemudian diwujudkan dalam pola batik yang tersusun secara berulang atau "renteng," melambangkan kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat Kulon Progo.
Geblek Renteng memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Kulon Progo.
Bentuknya yang menyerupai angka 8 merepresentasikan jumlah desa di Kulon Progo, yaitu sebanyak 88 desa.
Lebih dari sekadar angka, motif ini melambangkan persatuan dan semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun daerah mereka.
Simbol Geblek Renteng juga mengandung gagasan bahwa masyarakat Kulon Progo bersatu dalam satu ikatan yang kuat, saling mendukung dan bekerja sama untuk kemajuan bersama.
Filosofi ini sangat erat dengan nilai-nilai gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di daerah pedesaan.
Filosofi yang terkandung dalam motif ini mengajarkan bahwa dalam kehidupan, manusia harus saling terhubung dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Baca Juga: Sempat Dilarang, Kini Penjual di Area Aspal Utara Taman Denggung Justru Diberikan Izin
Selain itu, bentuknya yang melingkar-lingkar juga menggambarkan keberlanjutan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Asal Usul Motif Geblek Renteng
Motif Geblek Renteng mulai dikenal luas setelah dijadikan sebagai batik khas Kulon Progo pada tahun 2012.
Pemerintah daerah bersama para pengrajin batik setempat mengangkat motif ini sebagai identitas budaya lokal yang dapat memperkuat perekonomian dan memperkenalkan kearifan lokal ke tingkat nasional maupun internasional.
Keunikan dari motif ini terletak pada pola geometris yang sederhana namun penuh makna.
Batik Geblek Renteng sering dikombinasikan dengan warna-warna khas seperti cokelat, hitam, dan putih, yang mencerminkan kesederhanaan dan keteguhan masyarakat Kulon Progo dalam menjaga nilai-nilai budaya mereka.
Dengan filosofi yang kuat dan keindahan pola yang unik, motif Geblek Renteng bukan sekadar corak batik, tetapi juga simbol kebersamaan, ketahanan, dan warisan budaya Kulon Progo yang patut dilestarikan. (Samil Ngirfan Al Makki)
Editor : Meitika Candra Lantiva