Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Unik! Masjid di Kulon Progo Ini Meriah Dihiasi Lampion Ubur-ubur dan Kemerlip Lampu Ternyata Ini Inspirasinya

Anom Bagaskoro • Jumat, 7 Maret 2025 | 21:54 WIB
KANAN KIRI LAMPION: Suasana jalanan menuju Masjid Al-Fatah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo yang estetik dan memikat.
KANAN KIRI LAMPION: Suasana jalanan menuju Masjid Al-Fatah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo yang estetik dan memikat.

KULON PROGO - Memasuki bulan suci Ramadan, ada beragam cara menarik minat kaum muslimin untuk beribadah di Masjid.

Cara unik dilakukan oleh warga di sekitar Masjid Al-Fatah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo.

Mereka menghiasi masjid dengan lampion berbentuk ubur-ubur dan lampu-lampu kecil yang menambah keindahan. Ada yang berwarna pink dan biru.

Pembina Rismas Masjid Al Fatah Wahyu Adi Prabowo menyampaikan, menghiasi masjid saat Ramadan bukanlah kali pertama. Melainkan menjadi rutinitas saban tahunnya.

Hal ini, untuk memuliakan masjid. Agar tempat ibadah ini tak sepi pengunjung.

"Langkah ini dilakukan untuk mempromosikan masjid agar masyarakat berkunjung," tutur Wahyu, Jumat (7/3/2025).

Masjid Al Fatah cukup luas. Setidaknya dapat menampung seribu jamaah yang hadir.

Meski sudah menjadi kegiatan rutin menyemarakkan masjid dan Bulan Suci Ramadan, konsep dekorasi masjid kali ini dibuat berbeda.

Para pemuda sedang menghias Masjid Al-Fatah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo .
Para pemuda sedang menghias Masjid Al-Fatah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo .

"Tahun ini diberi hiasan lampu yang lebih terkonsep," ungkap Wahyu.

Ramadan kali ini Masjid Al Fatah dipenuhi lampu berwarna dan lampion.

Sehingga memantik rasa penasaran jamaah untuk mendatangi masjid.

Megitu masuk ke halaman masjid, maka pengunjung akan disuguhi pemandangan estetik lampion ubur-ubur berukuran jumbo, atau lebih besar dari ukuran ubur-ubur pada umumnya.

Lampion ubur-ubur tersebut berdiameter 1,5 meter.

Ide pembuatan lampion itu, berawal dari munculnya tren pantun "ubur-ubur ikan lele".

Tren yang muncul di media sosial itu, ditangkap pihaknya sebagai daya tarik. Terutama kaum muda yang akrab dengan media sosial.

"Dari situ muncul tema, Ubur-ubur ikan lele, Ramadan sudah tiba le," ucapnya.

Wahyu menyampaikan, terdapat 26 buah lampion ubur-ubur besar, 30 lampion ukuran kecil, dan 150 meter lampu hiasan jalan.

Lampion dan lampu menghiasi sepanjang jalan menuju masjid dari tembusan Jalan Nasional Wates Jogja.

Hiasan itu dapat terlihat dari kejauhan, karena dipasang sepanjang jalan 20 meter.

Saat pukul 16.00 WIB lampu akan mulai dinyalakan. Sehingga, menjelang berbuka pengunjung masjid dapat melihat kecantikan dari kelap kelip lampu dan bentuk ubur-ubur.

"Kebetulan ini semua swadaya, jadi tidak dihitung anggarannya," ungkapnya.

Untuk membuat lampion, pihaknya mengerahkan puluhan remaja masjid dan karang taruna.

Sedangkan, untuk biaya pembuatan pihaknya hanya memprediksi sekitar Rp 15 juta.

Baca Juga: Upaya Dehastoisasi Mulai Terlihat di Kulon Progo, ASN Tak Lagi Pakai Batik Geblek Renteng

Pasalnya, pembuatan lampion dari swadaya masyarakat berupa bahan.

Lampion ubur, terbuat dari bingkai besi diameter 4 milimeter yang dirangkai menggunakan las.

Kemudian bingkai itu, ditutup kain bewarna yang telah ditempel lampu dan instalasi.

Tak sampai situ, untuk memperkuat bentuk ubur-ubur ditambah ornamen tentakel.

Ornamen itu dibuat dari kawat elastis yang dilampisi kain jahitan kerutan.

Tentakel juga dilengkapi lampu led strip yang menambah kecantikan di malam hati.

"Pembuatannya juga melibatkan, banyak orang dari semua lapisan," ungkapnya.

Wahyu menyampaikan, pembuatan hiasan dikerjakan puluhan masyarakat sekitar masjid. Butuh waktu 1 bulan, untuk membuatnya.

Menurutnya proses pembuatan itu, mempersatukan setiap lapisan masyarakat.

Terutama menjelang ramadan untuk membangun ukuwah islamiyah.

Keberadaan lampion juga memiliki tujuan menarik kunjungan masyarakat ke masjid.

Dengan tampilan fotogenic, masyarakat akan betah ke masjid.

Sambil berswafoto, pengunjung juga dapat beribadah nyaman selama ramadan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Kulon Progo #unik #ibadah #Ubur ubur ikan lele #Masjid di Kulon Progo #dekorasi #ramadan #lampion #Meriah #pantun