KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo mulai menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
Dalam penyusunannya, pemkab menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, RPJMD mengutamakan kebijakan dari pemerintah pusat.
Efisiensi anggaran sebagai salah satu komponen dalam penyusunan.
Lantaran, program yang disusun harus mempertahankan efektivitas pelaksaanaan.
"Sebisa mungkin belanja daerah dimaksimalkan," ucap Agung, saat memberikan sambutan pada Konsultasi Publik RPJMD, Kamis (6/3/2025).
Agung menjelaskan, efisiensi tak akan banyak mengubah program di RPJMD.
Hanya saja efisiensi mencoba mendorong keefektifan pelaksanaan program.
Kerangka berfikir keefektifan berorientasi pada multiplier effect pada pembangunan daerah dan masyarakat.
Pada konsultasi itu, Agung juga menyampaikan pembentukan RPJMD perlu partisipasi masyarakat.
Lantaran, RPJMD butuh rumusan dan usulan dari masyarakat.
Tujuannya, agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan.
Sekaligus, selama pelaksanaan program masyarakat juga turut serta mensukseskan.
RPJMD 2025-2029 merupakan rencana strategis pembangunan daerah.
Isi rencana tersebut berkaitan dengan program dan jawaban atas permasalahan sosial yang ada di Bumi Binangun.
Sehingga, beberapa pekerjaan rumah seperti tingginya angka kemiskinan, laju pertunbuhan ekonomi, dan kualitas SDM akan dibahas dalam rncana itu.
"Isu itu terjawab dengan Visi Misi Bupati dan Wabup, Terwujudnya Kulon Progo yang Makmur, Mandiri, Religius, Berbudaya yang berkelanjutan," tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menegaskan adanya efisiensi anggaran.
Dihadapan DPRD Kulon Progo, dirinya menyampaikan beberapa dampak akibat keluarnya Instruksi Presiden Nomer 1 Tahun 2025.
"DAK hilang, DAU dipangkas, Dais juga dipangkas, dan kami melakukan efisiensi," ujarnya.
Triyono menjelaskan, total pengurangan dari berbagai sumber anggaran mencapai Rp 130 miliar.
Tentunya, ada beberapa program milik pemkab yang gagal dilaksanakan akibat kurangnya dana.
Akan tetapi, proyek strategis akan dipastikan berjalan karena beberapa anggaran telah dialihkan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva