Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Motif Geblek Renteng Mulai Ditarik dan Dilucuti Peredarannya dari Kulon Progo, Ada Apa? Begini Reaksi Sekda hingga Bupati!

Anom Bagaskoro • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:28 WIB
Motif Geblek Renteng menghiasi dinding Auditorium Taman Budaya Kulon Progo.
Motif Geblek Renteng menghiasi dinding Auditorium Taman Budaya Kulon Progo.

KULON PROGO - Motif geblek renteng mulai banyak dilucuti Pemkab Kulon Progo.

Beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang biasanya memakai simbol-simbol geblek rentang mulai menarik peredaran motif tersebut.

Pantauan Radar Jogja di beberapa kantor OPD, motif geblek renteng mulai dibongkar. 

Seperti Kantor Satpol PP, Kesbangpol, dan dinas lainnya.

Sebelumnya, motif geblek renteng dengan lampu led terlihat di setiap pagar kantor.

"Geblek renteng mulai ditarik dari peredaran," ucap salah satu pegawai pemkab yang namanya enggan disebutkan, Kamis (6/3/2025).

Motif yang diperkenalkan Bupati Hasto Wardoyo di tahun 2012 itu perlahan akan hilang dari pandangan masyarakat Bumi Binangun.

Sebagai contohnya, di Kantor Bupati Kulon Progo.

Motif geblek renteng yang menghiasi meja recepsionis sudah tak terlihat lagi, Kamis (6/3/2025). Motif tersebut ditutup lapisan bertekstur marmer.

DICOPOT: Personel Satpol PP membongkar lampu berbentuk geblek renteng di pagar kantornya. 
DICOPOT: Personel Satpol PP membongkar lampu berbentuk geblek renteng di pagar kantornya. 

Narasumber menyampaikan ke Radar Jogja, pegawai Pemkab Kulon Progo juga mendapat instruksi secara tidak langsung untuk tak mengenakan batik bermotif geblek renteng.

Di antaranya, pegawai OPD lingkup pemkab dan pegawai BLUD ataupun BUMD.

"Akan dikembalikan ke marwahnya lagi, yaitu Gunungan Pare Anom," ucapnya.

Penarikan motif geblek renteng bukanlah tindakan tak berdasar.

Sebab, Kulon Progo akan kembali menggunakan motif dengan gagrag Ngayogyakarta.

Motif ikonik Kulon Progo akan dikembalikan ke motif awal, berupa Gunungan Pare Anom.

Menurutnya, penarikan motif geblek renteng ini, mendapat persetujuan dari Keraton.

Dukungan itu, muncul akibat motif geblek renteng bukanlah motif yang identik dengan budaya dan identitas Jogja.

Motif Geblek Renteng menghiasi dinding Auditorium Taman Budaya Kulon Progo.
Motif Geblek Renteng menghiasi dinding Auditorium Taman Budaya Kulon Progo.

Selain itu, terdapat tendensi khusus penggunaan simbol angka 8 yang dalam bahasa sansekerta menyiratkan Asta atau hasta.

Simbol itu erat kaitannya dengan sosok bupati sebelumnya.

Radar Jogja mengkonfirmasi perihal penarikan motif geblek renteng, kepada Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono.

Akan tetapi, dia enggan menjawab perihal penarikan motif geblek renteng.

Radar Jogja juga menemui Kepala Bagian Protokol dan Rumah Tangga Sekretariat Daerah Sri Widada. Tapi nihil. Sri, juga enggan berkomentar banyak.

Menurutnya, penarikan motif geblek renteng bukanlah urusannya.

"Yang berhak menjawab itu atasan, bukan saya," ucapnya.

Terpisah, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan juga menunjukkan sikap senada.

Dia enggan berkomentar perihal penarikan motif geblek renteng.

Menurutnya, masalah itu tak perlu dibesar-besarkan. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Keraton #identitas Jogja #sekda #Kulon Progo #Reaksi Sekda hingga Bupati #Motif Geblek Renteng #motif dengan gagrag Ngayogyakarta #Gunungan Pare Anom #Motif #peredaran #Geblek Renteng #dilucuti