RADAR JOGJA - Pesona wisata di Kabupaten Kulon Progo layak untuk dijelajahi.
Wisata yang satu ini belum banyak terjamah wisatawan.
Salah satunya, destinasi Wisata Curug Sidoharjo.
Curug Sidoharjo berada di wilayah administrasi Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulon Progo.
Terletak 30 km ke arah barat dari Kota Jogja, Curug Sidoharjo menjadi wisata alam yang layak dikunjungi.
Air terjun yang berada di dekapan Pegunungan Menoreh ini, menjadi satu-satunya curug tertinggi se-DIY.
Lokasi Curug Sidoharjo berada di dataran tinggi 800 mdpl. Dengan ketinggian tebing air terjun mencapai 75 meter.
Curug ini terbentuk dari lintasan air Sungai Wonotawang yang membelah Pegunungan Menoreh.
Pemandangan tebing padas berumur ribuan tahun dengan perpaduan derasnya air menjadi paket komplit.
"Untuk biaya masuknya Rp 3 ribu, itu sudah dengan parkir," ucap pengelola Curug Sidoharjo Istanto, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (28/2/2025).
Destinasi alam ini, sepenuhnya dikelola masyarakat Kalurahan Sidoharjo yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Membuat biaya masuk ke wisata ini tak membuat kantong pengunjung meriang.
Pengunjung yang hendak menjelajahi curug ini, sebaiknya menyetel peta di gawai pribadi dengan lokasi tujuan Embung Canggal.
Lantaran, jika langsung menyetel lokasi Curug Sidoharjo dapat dipatikan akan tersesat di jalan-jalan desa.
Selain mencegah tersesat, menyetel tujuan menjadi Embung Canggal akan menguntungkan pengunjung.
Pasalnya, jalan infrastruktur mengarah ke waduk kecil itu lebih luas dan mantap.
Tak sampai situ, selama menuju lokasi, suguhan pemandangan pegunungan akan menemani pengunjung.
"Kalau cuaca cerah, Air Terjun dapat dilihat dari jarak 3 km saat pengunjung melewati jalan tanjakan dan turunan," ucapnya.
Ada salah satu spot istimewa yang sering diabaikan pengunjung saat hendak menginjakkan kaki di curug ini.
Spot ini memperlihatkan gambaran air terjun dari kejauhan, tepatnya di persimpangan Munggang Wetan.
Beberapa pengunjung yang memiliki mata jeli, pasti akan berhenti sejenak di area ini.
Lantaran, pemandangan perbukitan dengan air terjun yang membelah tampak jelas dapat dilihat.
Sesampainya di lokasi Embung Canggal, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di tempat parkir luas.
Untuk menuju ke air terjun, pengunjung dapat berjalan kaki sejauh 200 meter. Tenang saja, jalan menuju air terjun telah disiapkan dengan stapak.
Selama berjalan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan sawah bertumpuk di sekeliling jalan.
Selokan kecil dengan ikan warna warni juga dapat dilihat dipinggir stapak. Selain itu, udara dingin tak akan membuat pengunjung berkeringat.
Dalam radius 50 meter, pengunjung dapat melihat deretan batuan berumur ribuan tahun.
Batuan tersebut berada di pinggir aliran sungai yang berhulu air terjun.
Sesampai di titik air terjun, pesona Curug Sidoharjo akan terlihat jelas.
Embun air yang dihasilkan dari tumbukan air akan, membasahi tubuh menjadi dingin.
Suasana asri dengan dikelilingi tebing tinggi, membuat pengunjung tak akan bosan.
Terlebih, pengunjung dapat bermain air di radius 5 meter dari air terjun.
Selain itu, kebanyakan pengunjung yang hadir memilih mengabadikan momen dengan gawai maupun drone.
Paket Komplit Wisata Alam Hingga Spot Sunset Pegunungan
Curug Sidoharja terletak di komplek wisata yang terintegrasi dengan Embung Canggal.
Embung buatan pemerintah ini, juga layak dikunjungi wisatawan.
Lantaran, embung ini tergolong unik karena letaknya cukup terbuka diatas perbukitan.
"Kalau sunset pemandangannya cukup bagus," ucapnya.
Embung Canggal yang terletak dipuncak bukit menyuguhkan pemadangan alam.
Saat matahari terbenam, spot embung memperlihatkan posisi matahari yang tenggelam di balik perbukitan.
Semburat kuning kecoklatan dengan kombinasi pemandangan perbukitan seakan menjadi paket komplit.
Sambil menunggu matahari terbenam, beberapa pedagang sekitar menjual kopi tubruk khas Perbukitan Menoreh.
Pahit dan sedikit asam bisa menemani pengunjung menghabiskan waktu hingga menjelang malam tiba.
"Kami menyediakan area camping ground di sekitar embung," ucapnya.
Jika pengunjung hendak bermalam, pokdarwis telah menyiapkan tempat khusus untuk berkemah.
Jika tak membawa tenda, pengunjung dapat menyewa alat camping lengkap ke pokdarwis. Tentunya dengan harga terjangkau.
Selama camping di embung, pengunjung dapat sejenak rehat dari kesibukan kota dan merasakan suasana pedesaan.
Baca Juga: Siap Melesat di Asia Talent Cup 2025, AHM Andalkan 4 Pebalap Muda Berbakat
Area embung yang dipenuhi ikan kecil juga menjadi wahana khusus bagi pengunjung.
Lantaran, disediakan pelet pakan ikan agar pengunjung dapat menghabiskan waktu memberi makan ikan.
Selain itu, pengunjung dapat berkeliling di area Kalurahan Sidoharjo.
Kalurahan di perbukitan ini, menyuguhkan buah-buahan lokal seperti durian.
Kebanyakan pekarangan warga di sana, ditanami durian.
Sehingga, saat musimnya pengunjung dapat membeli durian dengan harga jauh lebih murah. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva