KULON PROGO - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo menertibkan tiang fiber optic (FO) tak bertuan.
Penertiban ini didasari atas potensi kecelakaan akibat tiang tak berada di posisi yang tepat.
Kepala Diskominfo Kulon Progo Agung Kurniawan menyampaikan, pihak telah melakukan penyisiran tiang tak bertuan di Bumi Binangun.
Saat ini, datanya menunjukkan adanya tiga tiang tak bertuan. Nantinya, secara bertahap akan ditindaklanjuti.
"Kemarin sudah ditindak satu tiang di Jalan KH Hisyam Kalurahan Bendungan," ucap Agung, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Jumat (28/2/2025).
Agung menyampaikan, selain melakukan penyisiran pihaknya juga mendapat keluhan dari masyarakat.
Keberadaan tiang tak bertuan di Kalirahan bendungan itu telah dikeluhkan masyarakat.
Tak mau main hakim sendiri, pihaknya mencoba mengkonfirmasi kepemilikan tiang ke Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Setelah mengirimkan surat hingga waktu tertentu, pihaknya tak mendapat kejelasan mengenai kepemilikan tiang itu.
Akhirnya memutuskan tiang tersebut tak dinaungi pihak manapun.
"Tidak ada respon, jadi secara tegas kami menindak tiang tak bertuan," ucapnya.
Agung menyampaikan, penertiban tiang tak bertuan didasari Peraturan Daerah Kulon Progo Nomer 4 Tahun 2013.
Tiang tak bertuan dianggap mengganggu aktivitas lalu lintas.
Penertiban dilakukan dengan cara memotong tiang hingga pangkal.
Sebelumnya, personel tim gabungan dari Satpol PP, Dishub dan Diskominfo melakukan perapian kabel.
Tujuannya agar bekas kabel tak menggagu setelah tiang dipotong.
Ketua RT 34 Padukuhan Bendungan Kidul Yanu mengapresiasi langkah penertiban.
Lantaran, tiang memang mengganggu aktivitas masyarakat.
Terutama pengguna jalan dan lalu lintas sekitar.
"Sudah 2 kali kejadian truk menyeggol tiang, karena tiangnya miring ke jalan," ucapnya.
Yanu menyampaikan, letak tiang berada di pedistrian, namun tiang lebih condong ke arah badan jalan hingga mencapai 5 cm.
Akibatnya, banyak kendaraan yang mengalami insiden tak mengenakkan akibat menyenggol tiang.
Hal itulah, yang membuat warga sekitar khawatir.
Terutama pasca 2 truk terakhir mrnyenggol tiang membuat tiang berpotensi roboh sewaktu-waktu.
Lantaran, dibagian pondasi tiang juga tak bersisa beton pondasi. Membuat potensi roboh semakin banyak. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva