KULON PROGO - Pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), tak lepas dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). SPPG Mugi Berkah Lestari bekerjasama dengan Koperasi KN Warga Mulya Poyudan di Temon, Kulon Progo.
Pengelola SPPG Mugi Berkah Lestari Desti Pujilestari menyebut, kerjasama yang dilakukan dua lembaga sekaligus memberdayakan masyarakat. "Kolaborasi antara SPPG, koperasi, dan masyarakat," ucap Desti, saat dikonfirmasi kembali Radar Jogja, Kamis (27/2).
Desti menyampaikan, peran SPPG untuk menjalankan program MBG. Mulai dari pembuatan makanan, hingga pengantaran ke sekolah-sekolah dilakukan pihaknya. Selama proses itu, pihaknya memberdayakan 24 pekerja yang berasal dari masyarakat sekitar.
Tentunya pekerja telah terlatih, baik untuk kegiatan memasak hingga SOP operasional SPPG. Tujuannya, untuk memastikan kualitas, kuantitas, hingga mutu makanan. Sekaligus, memastikan pengantaran tepat waktu. "Dari koperasi bertugas menyediakan bahan-bahan keperluan," ucapnya.
Desti mengungkapkan, peran koperasi berfokus pada penyediaan bahan baku untuk MBG. Tak asal-asalan, bahan baku juga harus berkualitas tinggi. Lantaran, telah ada aturan yang menjelaskan nilai gizi yang harus terpenuhi, mulai dari beras, sayur, lauk, dan buah.
Dalam pemenuhan baku, koperasi dipastikan mengambil dari wilayah Kapanewon Temon. Lantaran, pengambilan bahan baku dari daerah sendiri digunakan untuk memutar roda perekonomian daerah. Dengan harapan, satu SPPG dapat meningkatkan perekonomian di satu kapanewon. "Di koperasi sebagian anggotanya juga masyarakat sekitar sini," ungkapnya.
Desti menyatakan, mau bekerjasama dengan koperasi dengan harapan mampu mengembalikan kejayaan koperasi. Lantaran, koperasi merupakan Soko Guru Perekonomian Indonesia. Tak hanya itu, kerjasama juga menguntungkan masyarakat sekitar. Sehingga, multiplier effect dapat terbentuk. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo