KULON PROGO - Hanya dalam semalam, tercatat 18 bencana hidrometeorologi terjadi di Bumi Binangun. Dampak bencana mengakibatkan kerusakan pada rumah hingga fasilitas umum.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo Budi Prastowo menyampaikan, hujan deras terpantau melanda Kulon Progo sejak Senin (25/2) siang. Sejumlah daerah mengalami intensitas hujan sangat lebat. "Pantauan kami daerah utara Kulon Progo memang dilanda hujan sangat lebat," ucap Budi, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (25/2).
Budi menyampaikan, dampak hujan lebat cukup terasa di Kapanewon Kalibawang, Girimulyo, dan Samigaluh. Mulai dari pohon tumbang hingga longsor terpantau terjadi di tiga kapanewon tersebut. Tentunya, dampak itu menimbulkan kerugian materil bagi masyarakat.
Menurutnya, hujan lebat semalam suntuk tidak berhubungan langsung dengan siklon. Siklon yang muncul tiba-tiba terpantau menjauh daru wilayah Pulau Jawa. Hanya saja, dampak cuaca buruk di sekitar area siklon dapat terasa hingga Bumi Binangun. "Kebanyakan dari wilayah utara, tanah longsor dan pohon tumbang," ungkapnya.
Budi menyampaikan, terdapat dua titik terparah bencana hidrometeorologi. Di antaranya di Padukuhan Nogosari, Kalurahan Purwosari dan Padukuhan Kluwih, Kalurahan Pendoworejo. Kedua titik tersebut terdampak bencana longsor yang merusak jalan dan mengancam rumah warga.
Di Kalurahan Purwosari bencana longsor menutup akses masyarakat. Akibatnya enam keluarga perlu memutar sejauh enam kilometer, atau terisolir dari dunia luar. Selain menutup jalan akses, rumah warga juga terancam potensi longsor susulan. "Asesmen sudah dilakukan, dan tindaklanjutnya secara bertahap juga dilakukan," ucapnya.
BPBD juga mempersiapkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak. Sedangkan untuk masyarakat yang hendak melakukan kerja bakti, mendapat bantuan peralatan pendukung. Seperti, cangkul, gerobak, hingga terpal.
Anggota Kampung Siaga Bencana Pendoworejo Titik Dwi Prastiti menyampaikan, wilayahnya terdapat empat titik bencana. Diantaranya, di Padukuhan Kluwih, Banaran, Muten, dan Ngroto."Ada empat titik bencana, semuanya longsor," ucapnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo