KULON PROGO - Kondisi Jalan Kokap-Hargomulyo, di Padukuhan Tangkisan 2, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap semakin parah akhir-akhir ini. Lantaran, di musim penghujan tambalan jalan swadaya masyarakat berubah menjadi lumpur yang membahayakan pengguna jalan.
Ulu-ulu Kalurahan Hargomulyo Catur Wiji Santoso menyampaikan, Jalan Kokap-Hargomulyo merupakan aset milik kabupaten. Kondisi jalan ini, semakin parah setiap harinya, semenjak tak ada perbaikan dari Pemkab Kulon Progo.
"Sudah 10 tahun tidak ada perbaikan, akhirnya masyarakat inisiatif memperbaiki," ucap Catur, saat ditemui Radar Jogja, di ruang kerjanya, Selasa (25/2).
Tak adanya perbaikan dari pemerintah, membuat masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya pada Minggu (23/2). Perbaikan jalan menggunakan alat sederhana. Selain itu, warga juga menambal area jalan berlubang dengan tanah yang diambil dari tebing.
Sayangnya, area tambalan tanah justru terkena air hujan, Senin (22/2). Alhasil, tambalan tanah justru menjadi bumerang bagi pengguna jalan. Lantaran, tambalan sudah menjadi lumpur akibat terlalu banyak menyerap air. Keadaan itu membuat jalan bertambah licin saat musim hujan.
"Sebenarnya inisiatif warga untuk menambal sudah baik, hanya saja ada hujan," ucapnya.
Catur tak bisa menyalahkan inisiatif masyarakat melakukan penambalan. Lantaran, jalan telah rusak sejak lama tanpa ada perbaikan yang seharusnya dilakukan. Masyarakat merasa membutuhkan jalan, akhirnya memutuskan melakukan perbaikan.
Masyarakat menilai jalan tersebut merupakan akses tercepat dari Kapanewon Temon menuju Kapanewon Kokap. Bagi masyarakat Hargomulyo, jalan kabupaten itu merupakan penyambung tali perekonomian. Lantaran, banyak hasil bumi berupa kayu dan durian diangkut melewati jalan itu.
Selain itu, Jalan Hargomulyo-Kokap merupakan akses tercepat menuju ibukota Kecamatan. Tentunya, di ibukota kecamatan terdapat banyak sekolah yang terpusat di sana. Sehingga, keberadaan jalan dirasa sangat penting.
"Setiap tahun kami ajukan ke musrenbang," ungkapnya.
Catur menyampaikan, pihak kalurahan selama 3 tahun terakhir telah mengupayakan pengusulan perbaikan jalan. Akan tetapi, pengusulan tak bersambut dengan perbaikan. Padahal jalan tersebut digadang-gadang sebagai Jalan Bedah Menoreh.
Selah satu warga sekaligus pengguna jalan Joko Pejar mengeluhkan kerusakan jalan. Masyarakat sebenarnya telah banyak berkeluh kesah ke kalurahan untuk memperbaiki jalan tersebut. Akan tetapi, tak ada tindak lanjut realisasi perbaikan.
"Tadi pagi saya baru saja jatuh, karena jalannya berlumpur lincin," ungkapnya.
Joko menyampaikan, kondisi jalan saat musim penghujan seperti lahan pertanian. Lantaran, tambalan jalan berasal dari lapisan tanah yang dikerjakan oleh warga sekitar. Akibatnya, jalan tak bisa dilalui karena licin.
Dia berharap agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan. Lantaran, Jalan Kokap-Hargomulyo bukan hanya rusak dan berlubang. Namun, kondisi geografisnya yang banyak tanjakan dan tikungan juga membahayakan pengguna jalan. (gas)
Editor : Heru Pratomo