KULON PROGO - Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Bumi Binangun telah berjalan selama kurang dari dua bulan. Dalam pelaksanananya, terdapat berbagai saran yang masuk. Salah satunya, menu MBG yang membosankan.
Kepala Sekolah SDN Semen Murtinah menyampaikan, anak didiknya banyak mengeluhkan menu makanan yang kurang bervariasi. Terutama komponen menu utama sumber karbohidrat dan lauk pauk.
"Terkadang bosan dengan varian menu yang disajikan, tetapi pelayanan sudah membaik," ucap Murtinah Senin (24/2).
"Menunya sedikit membaik dan bervariasi, ada mi goreng, sayur, telur ceplok, irisan tomat," ungkapnya.
Kendati telah memberikan masukan, pihaknya tak jenuh untuk memberikan saran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Terakhir kali, sekolah menyarankan agar lauk cukup banyak diperhatikan. Lantaran, ditemukan daging ayam yang lebih besar dibanding tulangnya.
Temuan itu, dikeluhkan oleh beberapa siswa. Karena khawatir akan tersedak, sekolah mengusulkan agar tulang ikut dipisahkan dari dagingnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi menyampaikan, pihaknya rutin meninjau pelaksanaan MBG di sekolah. Lantaran, peran mereka terbatas untuk sekedar menyampaikan keluhan dari sekolah.
"Memang ada beberapa keluhan, dan sudah diperbaiki," ucapnya.
Nur menyampaikan, saat ini program MBG baru berjalan di 41 sekolah di Kapanewon Sentolo. Lantaran, baru satu SPPG yang beroperasi. Sedangkan satu SPPG hanya bisa melayani dua ribu siswa. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita