KULON PROGO - Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko resmi ngantor Senin (24/2). Di hari pertamanya usai dilantik, Ambar langsung mengadakan inspeksi mendadak (sidak). Menyasar tempat yang diduga sering digunakan untuk berkumpulnya aparatur sipil negara (ASN) saat jam kerja.
Pantauan Radar Jogja, beberapa ASN langsung kabur saat Ambar mendatangi kantin. Mereka keluar dari kantin dengan terburu-buru dan meninggalkan makanan yang sudah dipesan. Tampak ada tujuh gelas minuman yang masih terisi penuh.
Ambar pun kemudian menanyakan perihal ASN yang tadi memesan minuman kepada penjaga kantin. "Boleh pesan minuman, tapi dibawa lagi jangan malah lanjut nongkrong," ucapnya.
Ambar menyampaikan, tak ada tendensi khusus dalam sidak tersebut. Dia hanya memastikan kedisiplinan ASN yang bekerja di lingkup pemkab. "Intinya memastikan ASN dapat disiplin, karena mereka dibayar rakyat," sebut Ambar.
Menurutnya, keberadaan ASN harus berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Lantaran, ASN digaji menggunakan uang pajak dari rakyat. Sehingga, wajib melaksanakan tugas sesuai kontrak kerjanya pada pemerintah.
Selain melakukan sidak, setelah apel perdana dirinya langsung berkenalan dengan kepala OPD. Ambar juga menyempatkan meninjau ruang kerja OPD yang berada di lingkup pemkab.
"Tadi juga sempat cek area pedestrian di depan halaman," ucapnya.
Baca Juga: Gol Aditya di Menit Ke-90 Antar PSHW UMY ke Liga 4 Nasional, Nopendi Syukur-Syukur Kepleset Liga 3
Ambar menyampaikan, area pedestrian di depan pemkab harus diperbaiki. Lantaran, kondisinya banyak terhalang pot tanaman. Padahal area pedestrian digunakan untuk pejalan kaki. Jika ada pejalan kaki yang memiliki keterbatasan penglihatan, pot bunga akan mengganggu aktivitas berjalan.
Pot bunga yang terletak di bagian tengah trotoar juga berpotensi membahayakan masyarakat. Terutama saat ada kegiatan yang mengumpulkan massa di Alun-Alun Wates.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan, kedisiplinan menjadi pegangan ASN. Terutama saat jam kerja, yang seharusnya ASN berada di ruang kerjanya. Sebab menurutnya, tidak etis jika ASN keluyuran saat jam kerja. "Harus diingat, kita itu digaji masyarakat," tegasnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita