Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Target hingga April Serap Tujuh Ribu Ton Gabah, Akhir februari Baru 100 Ton Terserap

Anom Bagaskoro • Senin, 24 Februari 2025 | 08:10 WIB

 

 

Aktivitas menjemur gabah, petani Kulon Progo.
Aktivitas menjemur gabah, petani Kulon Progo.

 

 

 

KULON PROGO - Kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah mulai terealisasi, dengan kolaborasi antara Bulog, TNI AD, dan Dispertapa. Tapi, kebijakan ini belum banyak membuat serapan gabah meningkat dari target yang seharusnya dicapai.

Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertapa Kulon Progo Wazan Muzakir menyampaikan, pemerintah telah berkomitmen membeli gabah dengan segala kondisi. Hal ini menindaklanjuti MoU dari bulog dan beberapa instansi lainnya. "Intinya mensejahterakan petani, karena kalau dulu sisitemnya rafraksi gabah dinilai," ucap Wazan, Minggu (23/2).

Wazan menyampaikan, kebijakan HPP gabah dinilai mampu menjawab kekhawatiran petani yang bingung akibat turunnya harga saat panen raya. Lantaran, petani dapat menjual gabah pascapanen tanpa harus memperhatikan kualitas. Kebijakan sebelumnya, terdapat sistem penilaian kadar air dan kadar hampa udara agar petani mampu menjual gabah ke bulog.

Padahal dengan kondisi petani saat ini, untuk memenuhi ketentuan bulog tak akan terjadi. Pasalnya, kadar air yang diterima bulog berkisar 13 persen-14 persen. Kondisi itu, membutuhkan pengeringan teknologi tinggi. Namun kebijakan baru memberikan peluang petani untuk menjual gabah setelah panen dengan kandungan air rerata 25 persen. "Jadi gabah yang sudah dirontokkan sudah pasti bisa terserap," ungkapnya.

Kendati bisa langsung terserap, masih banyak petani yang belum memanfaatkan kebijakan itu. Terlihat dengan jumlah serapan gabah dari petani yang hanya mencapai 100 ton. Padahal, target sampai April nanti bulog harus menyerap tujuh ribu gabah dari petani. "Petani dapat menjualnya sendiri ataupun berkelompok, bulog akan jemput bola," ucapnya.

Wazan menyampaikan, petani dapat menjual langsung ke bulog terdekat secara berkelompok ataupun mandiri. Selain itu, bulog juga menyiapkan jemput bola gabah. Petani tingga menjual pada PIC yang ditugaskan untuk membeli gabah sesuai regulasi seharga Rp 6.500.

 

Ketua Kelompok Tani Mandiri Bojong Yudi Indarta mengapresiasi langkah itu. Lantaran, pihaknya selalu dipermainkan tengkulak dengan harga gabah yang rendah. "Harapannya membuat petani naik kelas dan sejahtera," ungkapnya. (gas/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#tni ad #Harga Pembelian Pemerintah #Dispertapa #Kulon Progo #bulog #hpp #gabah #april