Pedagang yang mengijinkan tera ulang, akan tetap berjualan dengan timbangan yang telah dipinjami pihak dinas.
Penelaah Teknis Kebijakan UPT Metrologi Legal I Nugroho menyampaikan, agenda tera ulang menjadi kegiatan rutin tahunan.
Pihaknya akan menyasar seluruh pasar di Kulon Progo. Tujuannya, agar mencegah tindakan kenakalan dari pedagang dan memberikan perlindungan ke pembeli.
"Timbangan ini akan kami bawa ke kantor untuk pengecekan," ucap I Nugroho, Minggu (23/2).
Nugroho menyampaikan, pihaknya melakukan jemput bola tera ulang.
Petugasnya akan mengambil timbangan dari pedagang secara bertahap di dalam pasar.
Proses penilaian yang membutuhkan banyak waktu membuat timbangan harus dibawa ke kantornya.
Pedagang yang memberikan timbangan, akan mendapat timbangan pinjaman dari pihaknya. Tujuannya, agar pedagang tetap bisa berjualan.
Setelah dibawa ke kantor, timbangan akan diukur tingkat akurasi yang sesuai regulasi.
Timbangan yang memenuhi syarat akan dikembalikan dengan tanda stiker tera ulang.
Alasannya, agar pembeli dapat nyaman dengan keberadaan timbangan yang sesuai aturan.
Pedagang nakal biasanya akan memodifikasi timbangan sedemikian rupa.
Biasanya pedagang akan menambah beban pada takaran muatan. Sehingga, pembeli dirugikan dengan kurangnya berat hasil pembelian.
"Kalau selama ini belum pernah ditemukan pedagang yang mengakali timbangan," ucapnya.
Kendati belum pernah ditemukan, pihaknya kebanyakan menemukan timbangan yang kurang responsif.
Kasus ini kerap ditemui, karena timbangan termakan usia. Saat pengambilan timbangan, biasanya petugas akan didampingi tukang servis timbangan.
Tukang servis akan menawarkan jasanya ke pedagang untuk perbaikan timbangan Rp 35 ribu.
Tukang servis timbangan lantas akan membawa timbangan yang diminta untuk diperbaiki. Biasanya mrmbutuhkan waktu 3 hari untuk memperbaiki ratusan timbangan pedagang.
Biasanya servis timbangan akan membersihkan dan mempertajam pisau sumbu timbangan.
"Timbangan tradisional memiliki 3 sumbu pisau, semakin tajam semakin sensitif juga," ucapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang yang memanfaatkan tera ulang Sumirah mengapresiasi langkah UPT.
Lantaran, tak banyak pedagang mengetahui timbangan rusak maupun yang masih berfungsi.
"Taunya hanya tinggal pakai saja, kalau ada tera ulang kan jadi lebih pasti," ujarnya.
Sumirah menyampaikan, tera ulang cukup menguntungkan pedagang.
Lantaran, selain timbangan diukur kembali, pedagang diperbolehkan memperbaiki timbangan dengan jasa servis. Hasil servis timbangan dapat mempermudah pekerjaannya. (gas)
Editor : Bahana.