KULON PROGO - Bupati terpilih Kulon Progo Agung Setyawan dan Wabup Ambar Purwoko resmi dilantik Presiden Prabowo, Kamis (20/2/2025).
Setelah dilantik, bupati akan melaksanakan retreat di Akmil Magelang selama sepekan.
Kendati begitu, pemkab menjamin tak ada kekosongan kepemimpinan.
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono menyampaikan, bupati dan wabup segera kembali ke Bumi Binangun setelah pelantikan selesai.
Bupati Agung Setyawan dijadwalkan mendarat di YIA sore nanti.
Sedangkan Wakil Bupati Ambar Purwoko akan sampai pada dini hari.
"Bupati segera kembali, sedangkan wabup menggunakan kereta jadi ada selisih waktu," ucap Triyono, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (20/2/2025).
Triyono menyampaikan, bupati segera kembali ke Kulon Progo untuk mengisi kepemimpinan.
Sekaligus mempersiapkan diri untuk melakukan retreat di Magelang, Jumat (21/2/2025) pagi.
Sedangkan, wabup akan segera sampai di Bumi Binangun untuk menggantikan sementara posisi bupati.
Proses pergantian sementara ini merupakan hal yang lumrah.
Lantaran, selama ini jika bupati melakukan perjalanan dinas maka wakil bupati menggantikan posisinya untuk sementara waktu.
"Hanya sementara, untuk memastikan tak ada keksosongan kepemimpinan," ungkapnya.
Triyono menyampaikan, kepala daerah yang baru akan memiliki pekerjaan yang menggunung.
Tentunya jika ditinggal dalam waktu sepekan, wabup berperan untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Pekerjaan yang harus segera diselesaikan berupa penyelesaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang telah di setor ke DPRD beberapa waktu lalu.
Wakil Bupati akan menanggapi pendapat DPRD atas laporan tersebut.
"Nanti secara bertahap juga akan membahas perihal RPJMD bersama bupati," ucapnya.
Setelah pulang dari retreat, Bupati diwajibkan segera mengurus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dokumen ini harus diselesaikan dalam jangka waktu 6 bulan.
Sebenarnya rencana pembangunan telah disusun pemkab, namun masih bersifat teknokratik.
"Sebelumnya sudah disusun, namun perlu penyesuaian sesuai visi misi bupati dan wabup," ucapnya.
Penyesuaian RPJMD ini diperlukan untuk merealisasikan janji kampanye hingga visi misi bupati.
Dalam RPJMD ini, bupati juga akan menyinggung target 100 hari kerja kepala daerah.
Sementara itu, Kepala Dinkop UKM DIY Srie Nurkyatsiwi telah resmi menuntaskan pekerjaannya sebagai penjabat bupati.
Siwi menyampaikan, ucapan selamatnya atas pelantikan bupati dan wabup.
"Harapannya bupati dan wabup mampu menggali potensi yang ada," ungkapnya.
Siwi menyampaikan, Kulon Progo memiliki potensi untuk menjadi kabupaten yang maju. Baik dari ekonomi hingga sektor lainnya.
Hanya saja dibutuhkan kepemimpinan yang berorientasi pada pemanfaatan dan penggalian potensi yang optimal. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva