KULON PROGO - Wacana untuk merealisasikan embarkasi haji di DIY kembali menguat. Itu setelah Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi mengusulkan kembali Bumi Binangun sebagai embarkasi haji ke pemprov.
”Bapak Gubernur telah bersurat ke Kemenag untuk mengusulkan DIY sebagai embarkasi haji di tahun 2025,” ucap Siwi Rabu (19/2).
Kendati begitu, Siwi tak menampik peluang mewujudkan embarkasi haji di DIY pada 2025 sangat tipis. Sebab, penetapan embarkasi diputuskan setahun sebelumnya atau pada 2024. Dengan begitu, Siwi saat ini memasang target realistis. Dia menargetkan embarkasi haji di DIY bisa terwujud pada 2026. Toh, Pemkab Kulon Progo telah memenuhi seluruh persyaratannya. Sebut saja bandara, asrama haji, hingga jumlah jemaah haji.
Bandara, misalnya. Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi nilai jual tersendiri. YIA merupakan bandara internasional. Berbeda dengan Bandara Adi Soemarmo atau Ahmad Yani yang telah dicabut status bandara internasionalnya.
Pun dengan jumlah jemaah. Keberadaan embarkasi mensyaratkan minimal empat ribu jemaah yang terakomodasi. Di DIY, total jamaah haji mencapai 3.600 orang setiap tahunnya. Untuk menutupi kekurangan, pemprov telah berkomunikasi dengan daerah Jawa Tengah.
”Jateng sudah mendukung embarkasi, jadi kekurangan jumlah jemaah bisa ditutupi," ucapnya.
Siwi menyadari satu-satunya kendala realisasi embarkasi adalah keberadaan asrama haji. Hingga sekarang, belum ada bangunan asrama haji di DIY. Kendati begitu, belum adanya bangunan asrama haji bisa disiasati. Pemkab telah berkomunikasi dengan hotel di seputaran YIA. Agar mereka bersedia menampung jamaah selama sehari. Sehingga, masalah asrama dapat teratasi.
”Kalau dari syaratnya semua sudah terpenuhi," tegasnya.
Dengan waktu yang tersisa, kata Siwi, pemkab bisa mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang embarkasi. Sebab, keberadaan embarkasi haji di wilayah Kulon Progo sangat bermanfaat. Keberadaannya mampu menampung jemaah haji dari wilayah Jateng bagian barat. Hal itu berdampak pada efisiensi biaya haji, sekaligus mempermudah akses masyarakat. (gas/zam)
Editor : Sevtia Eka Novarita