Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkab Kulon Progo Efisiensikan Anggaran BBM, Layanan Publik Tetap Optimal

Anom Bagaskoro • Selasa, 18 Februari 2025 | 07:58 WIB

Sekda Kulon Progo Triyono
Sekda Kulon Progo Triyono

 
KULON PROGO – Pemkab Kulon Progo terus melakukan efisiensi anggaran, salah satunya dengan memotong anggaran BBM.

Pemkab memastikan bahwa pemangkasan ini tidak akan mempengaruhi kinerja OPD teknis.

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono mengonfirmasi adanya efisiensi anggaran jilid tiga.

Efisiensi pertama dilakukan seiring dengan munculnya program MBG, dilanjutkan dengan efisiensi berdasarkan instruksi presiden.

Baca Juga: Belasan Rumah di Gunungkidul Rusak Tertimpa Pohon Tumbang Akibat Hujan Deras Disertai Angin Kencang: Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, efisiensi tahap tiga dilakukan untuk mengoptimalkan pendapatan dari hasil transfer pusat yang mengalami pengurangan.

Total pemangkasan pada tahap ini diperkirakan mencapai Rp 28 miliar.

“Ada banyak komponen yang dikurangi, mulai dari ATK hingga BBM,” ucap Triyono, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: MBG Perdana Sasar 1.235 Siswa, Komandan Kodim 0709/Kebumen: Program Pemerintah Tidak Ngarang

Pemangkasan terbesar terjadi pada anggaran BBM dan ATK, dengan pengurangan mencapai 50 persen.

Tentu saja, pemangkasan ini mengharuskan OPD untuk mencari solusi kreatif.

Triyono menambahkan, OPD diminta untuk menghemat BBM dalam operasional, seperti menggunakan mobil dinas untuk mengangkut lebih dari satu orang, dibandingkan dengan hanya satu penumpang.

Baca Juga: Wah, Sapi Mati Terinfeksi Antraks di Gunungkidul: Tidak Dimusnahkan Sesuai SOP, Malah Dijual ke Pedagang Lain, Begini Kronologinya..

“Kami juga sudah melakukan simulasi, pimpinan OPD akan menggunakan satu mobil jika tujuannya sama,” ungkapnya.

Selain pemangkasan anggaran BBM, operasional kendaraan teknis juga dipangkas, termasuk BBM untuk kendaraan pemadam kebakaran dan truk sampah.

Langkah ini diambil untuk mengefisienkan konsumsi BBM.

Kendati mengalami pemangkasan, pihaknya menjamin pelayanan ke masyarakat tak terlalu mengganggu.

Triyono mencontohkan, pelayanan damkar hanya berfokus pada pelayanan utama, seperti pemdaman kebakaran, penyelamatan, dan evakuasi.

Baca Juga: Wah, Ditunda: Program Makan Bergizi Gratis di SDN Kotagede 1 Masih Menunggu Instruksi Lanjutan dari Pusat

Sedangkan kegiatan seperti edukasi yang membutuhkan BBM berlebih akan dikurangi.
Hal yang sama juga diterima di sektor pengolahan sampah.

Namun, efiensi tak berpengaruh terhadap layanan pengambilan sampah.

Kepala UPTD Persampahan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo Budi Purwanta membenarkan hal itu.

"Untuk BBM di sektor persampahan tidak dipangkas," ucapnya.

Baca Juga: Siswa SMPN 2 Pengasih Belajar Membatik untuk Bentuk Karakter: Mengenal Warisan Budaya Lokal

Berbeda dengan OPD lain, urusan sampah tak bisa dipangkas anggarannya.

Lantaran, timbulan sampah di Kulon Progo selalu ada setiap hari.

Untuk mengangkut 20 ton sampah perhari, dibutuhkan 5 truk sampah dengan pengambilan pagi dan sore. Jika salah satu tidak beroperasi maka sampah akan bertumpuk. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#efisiensi anggaran #pemangkasan anggaran #ATK #BBM #Pemkab Kulon Progo