Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siswa SMPN 2 Pengasih Belajar Membatik untuk Bentuk Karakter: Mengenal Warisan Budaya Lokal

Anom Bagaskoro • Selasa, 18 Februari 2025 | 05:51 WIB

 

ANTUSIAS: Siswa mewarnai kain batik setelah mencanting. Kegiatan ini sebagao wujud implementasi mata pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
ANTUSIAS: Siswa mewarnai kain batik setelah mencanting. Kegiatan ini sebagao wujud implementasi mata pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

KULON PROGO - Pemandangan berbeda nampak jelas di lingkungan SMPN 2 Pengasih. Siswa yang biasanya belajar di dalam kelas, kini justru sibuk melakukan kegiatan membatik.

Sekolah mengklaim, kegiatan tersebut dapat membentuk karakter siswa, sekaligus memperkenalkan budaya.

Kepala SMPN 2 Pengasih Subiyanto mengatakan, membatik merupakan salah satu aktivitas mata pelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Sebanyak 90 siswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini, mengkombinasikan aktivitas bermanfaat dengan pengenalan budaya kearifan lokal.

"Arah tujuannya agar siswa mengenal dengan warisan budaya lokal," ucapnya, Senin (17/2/2025).

Subiyanto menjelaskan, arah mengenai P5 ini cukup banyak berkaitan dengan pendidikan karakter.

Kegiatan membatik diklaim dapat membentuk karakter siswa. Sebab, membatik mengajarkan siswa untuk berlatih kesabaran.

Dalam pengerjaannya, siswa akan mengerjakan batik secara bersama-sama di sebuah kain yang sebelumnya telah digambar motif.

Motif di kain, dibuat sesuai kreatifitas siswa. Kemudian siswa akan mencanting dengan malam dan diwarnai sesuai dengan keinginan.

"Selama proses membatik butuh kerjasama dan komunikasi antarsiswa," ujarnya.

Selama membatik pun siswa secara tindak langsung belajar mengenai kerjasama dan komunikasi.

Kedua hal ini menjadi bekal siswa untuk menghadapi kehidupan nyata ke depannya. Terlebih, kemampuan seperti ini mulai jarang ditemui di kehidupan sosial.

Selain itu, kegiatan membatik dapat mengenalkan warisan budaya ke generasi muda karena selain berkreasi sekaligus mereka mendapat wawasan batik secara mendalam. Mulai dari sejarah, filosofi, motif hingga tata cara membatik.

Seorang siswa Sebrina Angelica mengaku, kegiatan membatik tidak seperti proses pembelajaran normal.

Lantaran, dirinya tak hanya duduk dan mendengarkan pelajaran. Melainkan dapat berkreasi dan berkegiatan di luar ruangan.

"Seru karena bisa berkreatifitas bersama teman," ucap Sabrina.

Sebrina menyampaikan, selama membatik dirinya tak cukup banyak menemui kendala. Mulai dari menggambar motif hingga pewarnaan dilakukan secara bersama-sama. Sehingga, membatik dapat diselesaikan cukup dengan sehari. (gas/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#belajar membatik #Kulon Progo #pendidikan karakter #Pendidikan #Sekolah