Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Nostalgia Masa Kecil di Kulon Progo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit: Yang Tak Berubah dari Garongan Keramahtamahannya

Anom Bagaskoro • Senin, 17 Februari 2025 | 02:29 WIB

 

PERESMIAN: Kapolri meninjau saluran irigasi di Kalurahan Garongan.
PERESMIAN: Kapolri meninjau saluran irigasi di Kalurahan Garongan.


KULON PROGO - Kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Kalurahan Garongan memantik simpati masyarakat, Sabtu (15/2). Lantaran, masa kecil orang nomor satu di kepolisian ini, akrab dengan desa yang berada di selatan Bumi Binangun ini.

 


Jenderal Polisi Listyo mengaku akrab dengan Kalurahan Garongan. Lantaran, setiap lebaran dirinya selalu berkunjung di desa ini. Trah keluarganya tersambung dengan Mbah Tomo, seorang pejuan dari Kalurahan Garongan. "Saya punya simbah dari Garongan, namanya almarhum Mbah Tomo," ucap Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya, Sabtu (15/2).


Listyo menyampaikan, kakeknya merupakan warga Garongan. Sehingga, setiap lebaran keluarganya selalu memastikan untuk berkunjung. Baik untuk silaturahmi, hingga berziarah ke makam kakek dan neneknya. Hal itu dilakukan saat dirinya masih berusia anak-anak hingga memasuki masa remaja.


Memori masa kecilnya, tergugah dalam kunjungan itu. Mantan Kabareskim itu mengungkapkan, banyak yang berubah dari Kalurahan Garongan. Perubahan itu dapat dilihat dari berbagai jalan dan lingkungan sekitar.  "Tadi jalan-jalan ternyata banyak yang berubah dari Garongan," ungkapnya.


Kendati banyak berubah, ada satu ciri khas yang tidak pernah berubah dari Kalurahan Garongan. Ciri khas itu berupa keramahan dan budaya dari Kalurahan Garongan. Menurutnya, hal itulah yang menjadikan dirinya serasa bernostalgia dengan kehidupan sosial masyarakat Garongan.


Sejatinya, kunjungan kapolri bukan hanya untuk pulang kampung. Namun, kunjungannya berkautan dengan peninjauan sekaligus meresmikan jalan dan saluran irigasi di Bulak Pringsewu, Padukuhan Trukan Kidul, Kalurahan Garongan. Acara tersebut juga masuk dalam rangkaian kegiatan Bhakti Sosial Yayasan Kemala Bhayangkari. "Harapannya fasilitas yang telah dibangun dapat bermanfaat untuk masyarakat," ucapnya.


Dibangunnya fasilitas ini, diharapkan mampu mendorong produksi beras lokal di Kalurahan Garongan. Lebih jauh lagi, Listyo berharap Garongan menjadi lumbung padi untuk mendukung asta cita ketahanan pangan.


Listyo juga menyinggung perihal kekhawatiran petani dengan harga gabah. Menurutnya, pemerintah telah berkomitmen menjaga rantai pasokan gabah. Lantaran, instruksi pemerintah Bulog diminta untuk menyerap gabah dari petani lokal.


Sementara itu, Lurah Garongan Ngadiman mengapresiasi dukungan dari polri. Menurutnya, keberadaan infrastruktur tambahan mendukung aktivitas masyarakat, terutama petani. Bahkan pembangunan besar-besaran baru terjadi kali ini sejak Ngadiman menjabat menjadi lurah.

"Menjabat lurah sejak 2002, belum pernah ada bantuan pengerasan seperti ini," ungkapnya.


Ngadiman menyampaikan, bantuan yang didapat dari polri merupakan bantuan infrastruktur. Di antaranya pembangunan saluran irigasi sepanjang 1.550 meter dan jalan satu km dengan lebar tiga meter. 


Sebelum dibangun, kondisi jalan sangatlah parah. Saat musim penghujan, jalan yang membelah bulak sawah tak bisa dilalui. Lantaran, jalan hanya beralaskan tanah dan beresiko membuat pengguna tergelincir. Selain itu, saluran irigasi juga dibutuhkan petani.

Lantaran, petani di Garongan sering menghadapi kekurangan air. Adanya fasilitas ini dapat meningkatkan produksi gabah."Dapat menambah luasan area pertanian hingga 40 hektar," ucapnya. (gas/pra)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#Tomo #Kulon Progo #masa kecil #Kapolri #Mbah #Garongan #Jenderal Listyo Sigit Prabowo #Petani #kabareskrim #lurah