Sejak awal tahun hingga bulan Februari ini, ribuan dosis vaksin telah berhasil terdistribusi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, pihaknya terus berupaya mendistribusikan vaksin.
Lantaran, vaksin dinilai dapat mencegah sapi terjangkit virus PMK yang berpotensi menyebabkan kematian pada hewan ternak.
"Total serapan 3.750 dosis, terbanyak di Kapanewon Lendah dan Wates 500 dosis," ucap Drajat, Jumat (14/2).
Drajat menyampaikan, pihaknya terus menggenjot angka distribusi. Tak tanggung-tanggung, pihaknya menargetkan 7.800 dosis akumulasi hingga Februari ini.
Dengan serapan yang optimal, jumlah distribusi vaksin dari pusat dapat ditingkatkan.
Selain menyiapkan vaksin, upaya pencegahan PMK juga membutuhkan tenaga kesehatan hewan.
Untuk distribusi vaksin, pihaknya menggerakkan dokter hewan dari puskeswan dan balai verternier.
Dokter hewan disiagakan untuk program jemput bola vaksin di peternak.
"Memang trennya meningkat, sekarang ada 65 kasus, 36 sapi diantaranya dinyatakan sembuh," ungkapnya.
Drajat menyampaikan, mencegah persebaran PMK pihaknya juga melakukan upaya pencegahan melalui vaksin dan sosialisasi.
Setiap dokter yang mendistribusikan vaksin akan selalu memberikan sosialisaso singkata ke peternak.
Untuk menambah wawasan peternak mengenai penyakit.
Pihaknya juga menjamin jumlah vaksin terus tersedia. Sehingga, masyarakat tak perlu panik dengan persebaran PMK.
Masyarakat juga diminta untuk tak melakukan transaksi jual beli sapi yang berasal dari luar daerah.
"Ketersedian vaksin sudah dijamin, jadi tidak perlu khawatir," ungkapnya.
Kendati pihaknya dan Kementerian Pangan mengalami pemangkasan anggaran, vaksin tak akan dikurangi.
Lantaran, dari pemerintah pusat sudah menegaskan pemberantasan virus PMK. Dengan disambut pengeglontoran vaksin.
Editor : Bahana.