Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Semakin Merajalela, Dua Sapi di Kulon Progo Ditemukan Mati

Anom Bagaskoro • Jumat, 14 Februari 2025 | 21:28 WIB

SUNTIKAN: Petugas Puskeswan memberikan vaksin ke sapi di Wilayah Kalurahan Bendungan.
SUNTIKAN: Petugas Puskeswan memberikan vaksin ke sapi di Wilayah Kalurahan Bendungan.
KULON PROGO - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terus merejalela hingga tersebar di 12 kapanewon.

Selain penyebaran yang meningkat drastis, ditemukan sapi meninggal akibat terinfeksi virus PMK.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, persebaran PMK di Bumi Binangun meningkat drastis.

Secara kumulatif terdapat 65 kasus PMK yang telah merambah di 12 kapanewon.

"Total ada 65 kasus, diantaranya dua sapi dinyatakan mati akibat PMK," ucap Drajat, Jumat (14/2).

Drajat menyampaikan, dua sapi mati terpapar PMK ditemukan di wilayah Kalurahan Karangsewu Galur, dan Kalurahan Sidorejo Lendah.

Kedua sapi itu, merupakan milik pedagang dan peternak sapi.

Peternak sengaja membeli sapi berasal dari luar DIY.

Alih-alih memilih sapi yang sehat, justru peternak membeli sapi yang terkena virus PMK. Alasannya, harga sapi yang terserang PMK jauh di bawah harga standar.

Niat peternak ingin mengobati sapi, agar bisa menjual kembali dengan harga tinggi. Sayangnya, sebelum dijual sapi justru mati.

"Memang karena menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak pedagang menyiapkan stock," ucapnya.

Dua bulan menjelang Idul Adha banyak pedagang yang sengaja membeli sapi dari luar daerah. Namun, kebanyakan peternak justru mengabaikan penyebaran PMK.

Akibatnya, terjadi kasus sapi mati dan semakin menambah potensi penyebaran virus.

Padahal secara tersirat, Dispertapa telah berupaya menekan angka persebaran PMK dengan menutup Pasar Hewan Pengasih beberapa waktu lalu.

Namun, masih ada peternak maupun pedagang yang mengabaikan penyebaran virus.

"Kami menggiatkan terus pemantauan hewan ternak sebelum masuk pasar," ungkapnya.

Drajat menyampaikan, kematian dua sapi membuat pihaknya gencar mensosialisasikan terkait PMK.

Selain itu, pihaknya menyiapkan petugas untuk memantau arus keluar masuk hewan ternak. Terutama ternak dari luar daerah yang harus mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Sebelumnya, persebaran PMK telah diantisipasi dengan terbitnya surat edaran. Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menyampaikan komitmen pemkab dalam menekan angka persebaran PMK.

Secara lisan, Siwi juga menghimbau agar masyarakat ikut berperan aktif dalam mencegah persebaran virus. Caranya dengan memastikan kesehatan kandang dan hewan ternak.

"Petugas Puskeswan juga telah disiapkan untuk menangani persebaran virus," ungkapnya. (gas)

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #PMK