Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sudah Ada Grand Design, Penataan Kawasan Alun-Alun Wates Dilakukan Bertahap meski Danais Dikembalikan

Anom Bagaskoro • Jumat, 14 Februari 2025 | 02:50 WIB
KOLOSAL: Pemecahan rekor Muri penari angguk terbanyak di puncak peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo, di Alun-Alun Wates, Minggu (15/10).HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
KOLOSAL: Pemecahan rekor Muri penari angguk terbanyak di puncak peringatan Hari Jadi Ke 72 Kabupaten Kulon Progo, di Alun-Alun Wates, Minggu (15/10).HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA

 

 

KULON PROGO - Penataan Alun-Alun Wates (Alwa) terpaksa ditunda di tahun ini. Namun, Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menegaskan penataan tetap berjalan secara bertahap. Lantaran, untuk menunjang fungsi Alwa sebagai ruang publik dan rekreasi.

Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, penataan Alwa tetap akan menjadi rencana ke depan. Walaupun, tertunda akibat efisiensi dana keistimewaan dan penolakan masyarakat, penataan tetap akan diprioritaskan di tahun depan.  "Kami upayakan agar rencana itu dapat terlaksana," ucap Siwi, Kamis (13/2).

Siwi menyampaikan, penataan alwa telah dikaji sejak secara matang sejak 2022. Bahkan perencanaan penataan telah menunjukkan arah yang jelas. Mulai grand design hingga penataan secara keseluruhan telah digambarkan dan siap dilaksanakan.

Menurutnya penataan alwa memang harus disegerakan. Lantaran, kondisi alwa butuh rehabilitasi di berbagai sisi. Di antaranya, fasum MCK, area taman, tempat olahraga, hingga bagian lapangan yang kurang representatif. "Sudah rusak, makanya harus segera dibenahi unruk memberikan kenyamanan ke masyarakat," ungkapnya.

Selain pembenahan fasilitas, rencana penataan juga mencoba memberikan PKL ruang untuk berdagang. Nantinya PKL akan disatukan dalam satu tempat. Tak hanya itu, area parkir yang selama ini semerawut di bahu jalan juga akan ditata.

Kendati telah matang dalam perencanaan, kondisi fiskal daerah belum mampu mewujudkan penataan. Lantaran, PAD Kulon Progo Tergolong kecil. Sehingga membutuhkan akses anggaran di luar dari APBD, seperti danais.

Sebelumnya Ketua Komisi 4 Edi Priyono menyampaikan, pemkab diminta berkomitmen melakukan penataan. Lantaran, selama ini penataan alwa hanya sekedar wacana yang tak berujung realisasi. Padahal munculnya penataan wates telah ada sejak 2017.

"Dulu terhalang pembiayaan daerah, makanya kemarin menggunakan danais," ucapnya.

Menurutnya, penataan Alwa memang harus segera dilakukan. Terutama melihat kondisi kerusakan yang seharusnya dirasakan masyarakat akhir-akhir ini. Akhir tahun 2024, Alwa telah mengalami beberapa kejadian banjir. Kejadian itu menunjukkan perlunya pembenahan kawasan. (gas/pr

 
Editor : Heru Pratomo
#Danais #grand design #Alwa #ditunda #Penataan Kawasan #Alun-alun Wates