KULON PROGO - Sampah slundupan bermunculan di Kapanewon Galur, Kulon Progo.
Selain di Kalurahan Banaran, muncul juga di Kalurahan Karangsewu.
Lurah Karangsewu Anton Hermawan mengatakan sampah slundupan ditemukan di tiga titik dalam seminggu terakhir ini.
"Dari laporan warga, dua (titik, Red) di Jalan Daendels, dan satu di pemukiman," terang Anton, saat ditemui Radar Jogja, Rabu (12/2/2025).
Tumpukan sampah di Jalan Deandels itu berada di Jembatan Kali Sen dan Jembatan Ngremang.
Kedua tumpukan memiliki jenis yang hampir sama, berisi campuran sampah organik dan anorganik.
Menurut pengakuan masyarakat, malam sebelum ditemukan sampah terdapat truk mencurigakan berhenti di bahu jalan.
Karena tak mengetahui aktivitasnya, warga membiarkan truk itu. Keesokan paginya, sampah sudah dibiarkan menggunung di lokasi.
"Cukup menganggu masyarakat karena menimbulkan bau," ucapnya.
Penemuan sampah kembali berlanjut, saat warga berhasil memergoki truk sampah yang hendak menurunkan sampah ke lahan pekarangan.
Tak sempat menghentikan kejadian itu, warga lantas menemui pemilik lahan.
Baca Juga: Peluang Promosi Masih Terbuka, Kas Hartadi Ingin PSKC Raih Kemenangan di Laga Kandang Terakhir
Setelah diusut, sampah itu sengaja didatangkan oleh anak pemilik lahan.
Anak pemilik lahan mengaku mendapatkan tawaran dari temannya untuk menerima sampah dari luar daerah, dengan bayaran Rp 400 ribu per rit.
"Yang bersangkutan mengakui sampah dari luar daerah, secara pastinya tidak tahu hanya ditawari," ungkapnya.
Munculnya sampah dipemukiman membuat masyarakat geram dan mengeluhkannya ke kalurahan.
Rencananya kalurahan akan menggelar audiensi, namun pemilik lahan telah beretikad baik dengan menangani sampah.
Sampah yang telah diterima segera ditimbun, untuk mengurangi dampak bau.
Rentetan kejadian ini membuat masyarakat Kalurahan Karangsewu merasa khawatir.
Terutama wilayah selatan yang tidak banyak dihuni masyarakat, dan berpeluan menjadi tempat pembuangan sampah slundupan.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kulon Progo Alif Romdhoni telah menerima imformasi tersebut.
Segera pihaknya langsung menuju lokasi pembuangan di Jalan Daendels.
Sayangnya tak ada satupun saksi yang mengetahui kronologi detail pembuangan sampah.
"Kami putuskan untuk memasang banner dan berkordinasi dengan masyarakat," ucap Alif.
Alif menyampaikan, wilayah Jalan Daendels memang berpotensi menjadi tempat pembuangan sampah slundupan.
Sehingga, pihaknya meminta agar warga ikut bekerjasama dalam menjaga wilayah masing-masing.
Jika ditemui truk mencurigakan segera hubungi pihak terkait. (gas)