Kegiatan itu, bertemakan Pasar Durian di Kampung Durian, Minggu (9/2).
Dukuh Pranan Porwanto menyampaikan, wilayahnya merupakan sentra pertanian durian. Hampir seluruh warga di padukuhannya memiliki tanaman durian.
Kebanyakan tanaman durian ditanam di pekarangan rumah.
"Tanaman durian lokal banyak, namanya durian Kepranan," ucap Purwanto, Minggu (9/2).
Porwanto menyampaikan, pasar durian digunakan sebagai promosi produk lokal. Terutama durian Kepranan yang menjadi ikon padukuhan dan kalurahan.
Dengan pasar durian pengunjung dapat mengenal lebih dalam dan akhirnya menjadi pembeli langganan.
Durian kepranan merupakan durian berukuran sedang yang identik dengan rasa kuat. Selain itu, durian ini memiliki tekstur lembut sedikit berair, dan biji yang cenderung kecil.
Sehingga, sudah banyak memiliki penggemar, terutama pecinta buah.
"Melalui pasar, kami juga ingin memperkenalkan aneka produk berbahan durian dari UMKM," ungkapnya.
Selain mengangkat pamor durian, pasar diharapkan memberikan dampak perekonomian masyarakat.
Lantaran, masyarakat cukup banyak bergantung pada durian. Terutama UMKM yang mengolah aneka produk baru.
Dalam pasar durian ada 30 pedagang, setengahnya merupakan UMKM olahan durian. Berbagai olahan durian seperti kue, dawet hingga mochi dijajakan di dalam pasar. Tentunya hal ini, memancing minat pengunjung.
Salah satunya pengunjung asal Magelang Faradilla. Faradilla mengaku antusias dengan pasar durian.
Lantaran, banyak durian dijual dengan harga terjangkau.
"Ada yang harganya Rp 10 ribu, ukuran sedang biasanya Rp 25 ribu," ungkapnya.
Fara menyampaikan, keberadaan pasar membuatnya semakin mengetahui jenis durian lokal.
Terutama jenis durian kepranan, yang baru ia ketahui setelah berkunjung. Menurutnya, citarasa durian kepranan layak untuk diperjualbelikan secara luas.
Selain tertarik dengan durian, Fara juga tertarik dengan aneka olahan durian seprti mochi. Saat masuk ke pasar durian, dirinya ditarik uang retribusi sebesar Rp 10 ribu.
Tarikan itu digunakan untuk parkir dan diberi souvenir berupa mochi. (gas)
Editor : Bahana.