KULON PROGO - Alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) untuk kebencanaan di Bumi Binangun mengalami kenaikan drastis.
Kenaikan ini, bertujuan untuk menanggapi dampak bencana yang sering terjadi selama 2 tahun terakhir.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kulon Progo Taufiq Amrullah menyampaikan, alokasi BTT memang mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya.
Di tahun 2025 BTT dianggarkan sebesar Rp 7 miliar.
"Ada kenaikan sebesar Rp 2,2 miliar dari tahun 2024," ucap Taufiq, Kamis (6/2/2025).
Taufiq menyampaikan, kenaikan alokasi BTT didasari dengan kajian yang dilakukan pemkab.
Selama tiga tahun terakhir, realisasi BTT dinilai terserap dengan baik.
Terutama untuk tanggap darurat kebencanaan. Sehingga, diputuskan tahun 2025 alokasi dinaikkan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono membenarkan kesiapan daerah dengan potensi bencana.
Peningkatan alokasi BTT dinilai menjadi salah satu upaya dalam menghadapi potensi bencana.
Selama tahun 2024, dampak bencana cukup banyak dirasakan Bumi Binangu.
Di awal tahun 2024, bencana hidrometeorologi ditemukan di utara Kulon Progo.
Sedangkan pertengahan tahun, dampak kekeringan meluas hingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Kemudian, di penghujung tahun ditemukan fenomena baru berupa bencana banjir yang menggenang beberapa kawasan.
Kondisi dan temuan dampak bencana itulah yang menjadi alasan naiknya BTT.
Alokasi itu, ditujukan untuk penanganan dampak bencana, baik pra bencana maupun pasca bencana.
"BTT ini, sewaktu-waktu bisa digunakan untuk penanganan dampak bencana," ucapnya.
Triyono menyampaikan, saat ini Kulon Progo sedang menghadapi potensi bencana berupa siklon tropis.
Pihaknya segera mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat.
Tujuannya, agar BTT dapat diakses sewaktu-waktu apabila ditemukan dampak yang krusial. (gas)