KULON PROGO - Sempat viral beberapa waktu lalu, Jalan Cerme Demangan tak jadi diperbaiki.
Padahal rencananya, jalan penghubung antar kapanewon ini akan diperbaiki di tahun 2025.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan DPUPKP Kulonprogo Wuriandreza Gigih Muktitama menyampaikan, rencana perbaikan jalan gagal terealisasi.
Lantaran, pihaknya telah menerima surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomer 29 Tahun 2025 Penyesuaian Rincian Alokasi Transfer Ke Daerah.
"Untuk Dana Alokasi Khusus bagian infrastruktu dikurangi Rp 23 miliar," ucap Gigih, Kamis (6/2/2025).
Gigih menyampaikan, pengurangan ini sama saja menghilangkan DAK infrastruktur yang didapat Kulon Progo.
Lantaran, terdapat tiga paket pebaikan jalan dengan nilai Rp 23 miliar.
Dampaknya membuat tiga paket jalan resmi tak diperbaiki di tahun 2025 ini.
Tiga paket jalan itu, diantaranya perbaikan Jalan Cerme Demangan sepanjang 3 Kilometer, Jalan Bojong-Garongan, dan Jalan Sewu-Galur.
Ketiga jalan ini telah diusulkan di tahun 2024 dan rencananya direalisasikan di tahun 2025.
"Kami telah mengajukan, bahkan gambar DED juga dibuat tinggal pelaksanaan saja," ungkapnya.
Gigih menyampaikan, proses pengajuan telah dilaksanakan hingga muncul rencana perbaikan.
Namun, di akhir Desember 2024 saat penunjukan kontraktor muncul surat edaran.
Sehingga, penunjukan dan pelaksanaan perbaikan ditunda.
Kemudian pada Februari ini muncul surat keputusan yang memastikan secara tidak langsung pembatalan perbaikan jalan.
Pihaknya memohon maaf atas pembatalan perbaikan tiga paket jalan di Kulon Progo.
Lantaran, ketiga paket jalan memang dalam kondisi tidak prima dan membutuhkan perbaikan.
Sebagai contohnya, Jalan Cerme Demangan, di Kapanewon Panjatan.
Kondisi jalan tersebut mengalami kerusakan sejak 10 tahun terakhir.
Banyak lubang dan titik jalan yang bergelombang.
Bahkan, akibat kerusakan masyarakat sekitar sepakat untuk melakukan penyampaian pendapat dengan memasang baner berisi sindiran.
"Kami belum bisa memastikan, apakah bisa diajukan kembali di tahun berikutnya," jelasnya.
Proses pengajuan dan wacana perbaikan jalan hampir bisa terealisasi karena momentum.
Gigih menyampaikan, tiga jalan tersebut diusulkan dalam paket pembangunan jalan tematik kawasan.
Jalan tematik bersifat khusus berdasarkan wacana pemerintah pusat.
Di tahun 2025 tematik jalan berupa penunjang ketahanan pangan.
Sehingga, pihaknya tidak dapat memastikan paket jalan dapat diusulkan kembali. Lantaran, bergantung tema dari pusat.
Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono membenarkan kondisi keuangan daerah saat ini.
Menurutnya, terjadi pemangkasan DAK dan DAU dari pemerintah pusat.
"Total keseluruhan pemangkasan di Kulon Progo Rp 53 miliar," ungkapnya. (gas)