Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatihan di Balai Latihan Kerja Kulon Progo Ikut Tertunda, Tunggu Kepastian Dana dari APBD

Anom Bagaskoro • Rabu, 5 Februari 2025 | 05:30 WIB

 

Kepala Disnakertrans Kulon Progo Bambang Sutrisno
Kepala Disnakertrans Kulon Progo Bambang Sutrisno

KULON PROGO - Pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo ikut tertunda untuk sementara waktu. Lantaran, pemerintah pusat tengah mengakaji efisiensi alokasi dana transfer daerah.

"Ditunda dulu, sumber anggaran pelatihan dari APBD yang berkaitan dengan dana transfer," sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo Bambang Sutrisno Selasa (4/2/2025).

Anggaran pelatihan di BLK memang bersumber dari APBD 2025. Namun, sumber APBD berasal dari pemerintah pusat. Membuat pelaksanaannya menunggu kajian dan keputusan dari kementerian terkait. Sehingga, pihaknya tidak dapat memastikan target pelaksanaan pelatihan.

Padahal pelatihan BLK biasanya dimulai sejak awal tahun dan berakhir di akhir tahun. Pada 2025, dinasnya telah menyiapkan tiga paket pelatihan di BLK. Di antaranya, pelatihan digital marketing, make up artist (MUA), serta pembuatan roti dan kue.

 Baca Juga: Lagi Tawuran Antarkelompok Pelajar di Magelang, Pelaku Pukul Korban dengan Ikat Pinggang Kini Dikenai Wajib Lapor

"Setiap paket diikuti 16 peserta, totalnya 48 peserta," ujarnya.

Bamsut, sapaan akrabnya menyampaikan, anggaran per pelatihan diperkirakan Rp 50 juta hingga Rp 70 juta. Menyesuaikan keperluan dan alat pelatihan.

Menurutnya, pelatihan di BLK tergolong sukses dan sesuai tujuan. Lantaran, pelatihan dapat memberikan keterampilan kepada peserta. Hal itu, diperlukan peserta untuk mencari pekerjaan. Terutama bagi fresh graduate.

Selain itu, pelatihan juga mendorong peserta untuk berwirausaha. Sebab beberapa pelatihan tak hanya membekali peserta dengan keterampilan. Namun, juga memberikan bantuan lain untuk memulai usaha.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Triyono membenarkan perihal penundaan. Selain penundaan program, pemangkasan juga terjadi pada alokasi transfer dari pusat ke daerah. Namun, pihaknya sedang berkonsultasi terkait hasil kajian pemangkasan ke pemerintah pusat. (gas/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#dana transfer daerah #Alokasi #Disnakertrans #Kulon Progo #efisiensi #tertunda #dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi #pelatihan kerja #Balai Latihan Kerja (BLK) #APBD #Anggaran