Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Debit Air Kecil, Jadi Penyebab Pencemaran Lindi Sungai Serang di Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Kamis, 30 Januari 2025 | 23:54 WIB
PENCEMARAN: Budi menunjukkan bak pengolahan lindi di TPA Banyuroto. 
PENCEMARAN: Budi menunjukkan bak pengolahan lindi di TPA Banyuroto. 

KULON PROGO - Tercemar sungai Anak Kali Serang diduga akibat debit air sungai yang terlanjur kecil.

Hal ini disampaikan UPT Persampahan, Air Limbah dan Pertamanan (PALP) Kulon Progo.

Kepala UPT Persampahan, Air Limbah dan Pertamanan (PALP) Budi Purwanta membenarkan perihal pencemaran yang terjadi.

Menurutnya, air lindi telah diolah sesuai dengan aturan dan baku mutu yang ada.

"Debit air sungai terlalu kecil, sehingga air lindi terlalu mendominasi aliran," ucap Budi, saat ditemui Radar Jogja di TPA Banyuroto, Kamis (30/1/2025).

Budi menyampaikan, pencemaran diakibatkan aliran sungai yang justru mengecil saat pembukaan saluran lindi.

Biasanya saat debit air normal, air lindi akan dialirkan setelah melewati proses pengolahan.

Namun, tak pernah membuat sungai tercemar hingga membuat ikan sungai mati.

Pada kasus pencemaran di Banyuroto, pengaliran air lindi terjadi saat cuaca tidak hujan.

Membuat debit air tak terlalu banyak.

Akibatnya, jumlah lindi terlalu mendominasi sungai, dan menyebabkan kematian hewan-hewan sungai.

Menurutnya, perbandingan antara debit lindi dan sungai tak seimbang. Pada konsentrasi tertentu, lindi sebenarnya bermanfaat untuk kesuburan tanah dan ekosistem.

Namun, jika kandungan lindi berleboh maka akan mencemari lingkungan.

Terutama di perairan sungai, akan membuat oksigen terlarut justru hilang.

Akibatnya banyak ikan dan biota perairan mendadak.

"Sudah pernah di uji coba hasil sesuai, intinya masalah kelebihan air lindinya," ujarnya.

Untuk mengatasi masalah itu, pihaknya menyiapkan 2 metode jangka panjang dan pendek.

Metode jangka pendek, dilakukan dengan cara normalisasi sungai menggunakan penggelontoran air.

Tujuannya, untuk menambah debit air agar konsentrasi lindi mengalami penurunan.

Jangka panjang, pihkanya segera melakukan evaluasi terhadap pengolahan lindi.

Jika dimungkinkan, pengolahan lindi akan dioptimalkan kebali dengan penambahan bak penampung.

Tujuannya, saat musim penghujan bak penampung mampu menampung lindi lebih banyak.

Dampaknya, pengendapan lindi akan lebih optimal.

Sementara itu, warga Banyuroto Ngadiman mengeluhkan pencemaran telah terjadi sejak pembangunan TPA.

Baca Juga: Prediksi Anderlecht vs Hoffenheim Europa League Jumat 31 Januari Kick Off 03.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Namun, pencemaran paling parah terjadi di 2025 ini, ditandai dengan banyaknya hewan sungai yang mati mendadak.

"Lindi seperti oli taptapan hitam, terus bau," ujarnya.

Ngadiman menyampaikan, dampak pencemaran lingkungan dirasakan petani sepertinya.

Lantaran, air tercemar membuat tanaman padi tak optimal.

Memang air lindi dapat mepebatkan tanaman.

Namun, tanaman padi tak bisa menghasilkan gabah yang berbobot. (gas)

 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#penyebab #Kulon Progo #debit air kecil #TPA Banyuroto #debit air #Pencemaran Lindi #Pencemaran Lindi Sungai Serang di Kulon Progo