KULON PROGO - Rencana Dinas Pariwisata Kulon Progo untuk menata Alun-Alun Wates (Alwa) di 2025 dibatalkan. Lantaran, muncul gejolak dan penolakan dari masyarakat yang menyayangkan penggunaan dana keistimewaan (Danais) untuk menata Alwa.
Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulon Progo Joko Mursito menyampaikan banyak keluhan serta masukan dari masyarakat menanggapi rencana penataan. Masyarakat menilai pembangunan bangunan ikonik berupa patung penari angguk sebagai salah satu komponen penataan sebaiknya tak dilakukan. "Ada kritik dan masukan dari masyarakat, jadi kami memutuskan untuk tak merealisasikan penataan," ucapnya, Selasa (28/1).
Joko menyampaikan, rencananya penataan alwa meliputi pekerjaan pembuatan patung ikonik, kawasan pedistrian, jogging track, dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan tersebut akan menelan anggran sebesar Rp 3 miliar dengan menggunakan danais. Namun, setelah muncul penolakan dari masyarakat Dinpar memutuskan tak jadi melaksanakan rencana penataan. Alokasi danais yang telah dianggarkan akan dikembalikan secara total. "Sebenarnya Kulon Progo rugi, karena dikembalikan total," ucapnya.
Lantaran, alokasi danais telah dipatok untuk penataan Alwa, membuat tak bisa dialihkan untuk pekerjaan lainnya. Sehingga, masukan masyarakat untuk mengalihkan danais ke infratsruktur tak bisa dilakukan. Sebenarnya, penataan Alwa telah dikaji sejak 2022 lalu. Rencana penataan alwa merupakan bagian dari rangkaian meningkatkan branding Kulon Progo.
Sebelumnya, penataan juga dilakukan di pertigaan Milir dengan pembangunan patung ikonik. Tujuannya, sebagai penanda selamat datang dan penarik kunjungan wisatawan. "Kami berterimakasih ke masyarakat, karena kritikan muncul sebelum pembangunan," ungkapnya.
Joko menyampaikan, tak mempermasalahkan pembatalan penataan alwa. Lantaran, masukan masyarakat tetap harus diutamakan. Masyarakat dinilai sebagai pemanfaat fasilitas harus merasakan manfaat atas penataan. Pembatalan penataan alwa ini, dijadikan sebagai tambahan waktu untuk Dinpar melakukan kajian mendalam. Dengan harapan, di tahun depan penataan dapat dilakukan dan tak menimbulkan gejolak.
Baca Juga: Anggap Rezeki, Erwan Hendarwanto Tetap Merendah, Optimistis Membawa PSIM Jogja Lolos Promosi Liga1
Sebelumnya, Kepala Bappeda Kulon Progo Aris Nugroho menyampaikan usulan penataan alwa didasari kajian. Lantaran, alwa merupakan pusat aktivitas masyarakat yang perlu didukung fasilitas penunjang kenyamanan. Usulan penataan 2025, Alun-Alun Wates akan dilengkapi berbagai fasilitas. Penataan akan dilakukan pada jogging track untuk memfasilitasi olahraga pengunjung Alwa. Fasilitas tempat duduk juga akan diperbanyak dengan pengadaan tempat duduk terazzo berbentuk bola.
Selain fasilitas umum, penataan kawasan mencoba mengangkat unsur kebudayaan. Perwujudannya berupa pembangunan bangunan ikonik. Sama halnya seprti di waduk sermo dan pertigaan milir, bangunan akan mengusung unsur kebudayaan berupa tari. (gas/pra)