KULON PROGO - Musim penghujan tidak dipisahkan dari siklus penetasan ular. Terlebih setiap tahunnya, ular akan menetas pada Oktober-Desember. Kemudian pada Januari, adalah musim aktif berburu. Mengakibatkan banyaknya laporan ular yang masuk ke permukiman. Tak terkecuali di Kulon Progo.
Sepekan terakhir, tim Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kulon Progo telah menangani tiga laporan terkait masuknya ular ke permukiman atau rumah. "Faktor cuaca, geografis, dan ini masa penetasan telur ular," sebut Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Damkarmat BPBD Kulon Progo Akhid Nur Hartono Minggu (26/1/2025).
Baca Juga: Menang atas PSPS Pekanbaru, PSIM Puncaki Klasemen Grup X, Erwan Hendarwanto Kalahkan Aji Santoso
Selama ini, laporan ditemui di wilayah yang dekat dengan kebun, lahan pertanian, hingga hutan. Kelembaban yang diakibatkan oleh cuaca, mengakibatkan ular dengan mudah berpindah. "Ada cara-cara pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat," pesannya.
Menurutnya, ular memiliki penciuman sensitif. Sehingga masyarakat bisa menebarkan bau wangi-wangian ataupun bau menyengat. Untuk mencegah ular masuk. Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan pembersihan rumah, terutama tempat yang memiliki kelembaban tinggi.
Baca Juga: Butuh Rp 50 M, Pembangunan TPST Banjarejo Terganjal Anggaran, Ini Yang Dilakukan DLH Gunungkidul
Namun jika sudah menemukan ular masuk permukiman, dia mengimbau untuk tidak menangkap secara langsung. Sebab dikhawatirkan ular tersebut memiliki bisa atau racun. Kasus terakhir, ular kobra dilaporkan di Padukuhan Setan, Wijimulyo, Nanggulan. Sebanyak lima personel diturunkan untuk memastikan adanya sarang ular. Namun hanya didapati satu anakan ular kobra.
Nina, pemilik rumah yang melaporkan hal tersebut mengaku, kasus serupa pernah terjadi. Namun baru kali ini, ular kobra masuk ke dapurnya. “Biasanya yang masuk bukan kobra,” sebutnya. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita