KULON PROGO - Harga cabai di Bumi Binangun masih melambung tinggi.
Menurut data aplikasi Sikepoku Kulon Progo, harga cabai rawit masih di angka Rp 70 ribu per kilogram (kg) per Selasa (21/1/2025).
Harga cabai tak kunjung normal sejak awal tahun 2025.
Harga cabai rawit melonjak tajam per 29 Desember 2024, hingga lonjakannya mencapai Rp 18.800 per kg, dari Rp 47 ribu menjadi Rp 65.800 per kg.
Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertapa Kulon Progo Wazan Muzakir mengatakan, harga cabai melonjak tajam karena faktor cuaca.
Di lain sisi, sejumlah daerah belum memasuki musim panen.
"Sehingga berpengaruh pada stok cabai di pasaran," tutur Wazan, Selasa (21/1/2025).
Stok dipasaran dinilai tak mampu mengakomodir minat masyarakat.
Menurut Wazan, Kulon Progo memegang peran kunci dalam suplai cabai.
Contohnya, cabai di daerah pesisir rata-rata dipasok keluar daerah.
Sedangkan, saat ini petani di Kulon Progo belum masuk masa panen.
Otomatis juga berpengaruh pada pasokan cabai di wilayah lainnya.
Pola tanam juga mempengaruhi stok panen cabai saat ini.
Kebanyakan petani berpatokan menanam cabai saat musim kemarau. Sehingga pada bulan ini stok cabai yang di panen tipis.
Puncak panen raya, rata-rata jatuh pada bulan November dan Desember.
Pada saat itu, harga cabai terkerek turun.
Wazan menuturkan, kecenderungan petani memilih musim kemarau untuk menanam cabai karena cari aman.
Jika menanam cabai saat musim penghujan, makan tantangannya lebih besar. Tentunya, hal ini dapat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman cabai.
Tanaman cabai mudah terserang hama.
Dengan demikian perlu perawatan ekstra yang justru berpotensi boncos pada petani.
Petani berpotensi merogoh kocek lebih banyak.
Membuat BEP cabai naik 2 kali lipat hingga mencapai Rp 30 ribu per kilogram.
Selain itu, musim hujan membuat tanaman cabai rusak akibat terpaan angin.
"Sedikit yang sudah panen, kemungkinan akhir Februari dan awal Maret baru mulai tanam cabai," ucapnya.
Wazan memprediksi, harga cabai akan kembali normal di Februari akhir.
Namun, prediksi ini tak terlalu menjamin penurunan harga.
Lantaran, sentra cabai Kulon Progo belum memasuki masa tanam cabai.
Kebanyakan petani cabai masih menanam padi dan buah.
Sehingga, mereka akan tanam pad Februari dan panen pada April.
Petani cabai, Sukarman menjelaskan,kondisi harga pasar.
Saat ini, tren harga cabai cenderung mengalami penurunan. Namun, di daerah seperti Jabodetabek dan luar jawa harga cabai masih cukup tinggi berkisar Rp 100 ribu per kilogram.
"Landai tetapi masih tinggi, karena barangnya tidak ada," ucapnya.
Pria yang menekuni pertanian cabai sejak 20 tahun lalu ini memprediksi, harga cabai akan mengalami penurunan di bulan ini.
Lantaran, sentra cabai dari Jawa Timur telah memasuki masa panen.
Namun, hal itu juga bisa saja tak terjadi.
Pasalnya, cuaca sangat mempengaruhi hasil panen.
Sehingga, ada kemungkinan harga cabai tetap berada dikisaran sedang. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva