KULON PROGO - Dampak bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat dan angin kencang ternyata tak hanya dirasakan di pemukiman warga. Pasalnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulon Progo mencatat, beberapa sekolah mengalami kerusakan akibat cuaca buruk.
Salah satu kerusakannya terjadi di SMP Negeri 1 Lendah yang berupa jatuhnya tower internet. Hingga berdampak pada kerusakan bangunan milik sekolah. Hal ini disampaikan Kepala SMPN 1 Lendah Muhammad Sohin saat ditemui Radar Jogja, Kamis (16/1).
"Tepatnya setelah malam tahun baru, tower triangel milik sekolah ambruk," ucap Sohin.
Sohin menyampaikan, tower penangkap sinyal internet sepanjang 30 meter ambruk usai diterjang angin kencang. Akibatnya, terdapat dua bangunan yang tertimpa besi tower seberat ratusan kilogram itu. Untungnya, saat itu tak ada aktivitas siswa di sekolahan, karena masih dalam suasana libur panjang.
Dua bangunan yang tertimpa mengalami kerusakan pada bagian atap. Bangunan itu sejatinya ruang kelas yang biasanya digunakan untuk praktik keterampilan skeitar 30 siswa per pertemuan. Sehingga, kegiatan siswa di area tersebut terpaksa dialihkan.
Selain bangunan yang masih rusak, siswa memang tak diperbolehkan mendekati ruangan itu. Lantaran, atap ruangan kelas berpotensi rubuh, jika terjadi gerakan mendadak. Gordimg penyangga atap mengalami patah dan berpotensi rubuh.
Baca Juga: Sudah Ada 1.000 Masjid di DIY Terdaftar, Aplikasi Bantu Masjid Permudah Infak secara Nontunai
"Harapannya segera ada tindak lanjut," ucapnya.
Sohin menyampaikan, kendati siswa masih bisa menggunakan ruang kelas lain, siswa tetap membutuhkan ruang kelas keterampilan. Sehingga, dirinya berharap agar pemerintah dapat segera melakukan perbaikan pada kelas yang rusak.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikpora Kulon Progo Nur Hadiyanto menyampaikan, terdapat 8 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi, salah satunya SMPN 1 Lendah. Dampak bencana terasa akibat beberapa fasilitas sekolah mengalami kerusakaan.
Baca Juga: TPSS Pandansari Bantul Sudah Tidak Beroperasi Tetapi Baru Ditolak Warga dan Walhi
"Ada yang tower tersambar petir hingga barang elektronik rusak semua, dan banjir," ucapnya.
Di awal tahun 2025, banyak ditemukan sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Beberapa sekolah di area perbukitan terdampak longsor. Sedangkan di area selatan mengalami banjir genangan hingga terpaan angin kencang.
Untuk mengatasi beberapa kerusakan, pihaknya telah mengajukan usulan penggunaan BTT. Lantaran, bangunan rusak diakibatkan faktor alam. Sehingga, Dinas Dikpora seca langsung telah berkomunikasi untuk perbaikan. (gas)
Editor : Heru Pratomo